SUMATERA SELATAN — PT Mitra Integrasi Informatika (MII), anak usaha PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL), menjalin kemitraan dengan Cloudera untuk menghadirkan Cloudera Anywhere Cloud di Indonesia. Platform hybrid data dan AI ini memungkinkan perusahaan menjalankan beban kerja AI di lokasi data berada, tanpa migrasi penuh ke satu lingkungan. Kemitraan ini menyasar enterprise yang menghadapi tekanan regulasi kedaulatan data sekaligus ingin mempercepat adopsi AI.
Kemitraan MII dan Cloudera mencakup layanan menyeluruh, mulai dari perencanaan dan desain, implementasi, hingga pengelolaan operasional harian. MII akan mendampingi pelanggan korporat di Indonesia yang ingin mengadopsi Cloudera Anywhere Cloud sesuai kondisi infrastruktur masing-masing.
Presiden Direktur PT Mitra Integrasi Informatika, Alexander Kuntoro, menyatakan perusahaan melihat lanskap data klien yang kian beragam. Kebutuhan regulasi dan investasi teknologi yang sudah tertanam membuat pemindahan seluruh data ke satu environment tidak selalu jadi opsi paling masuk akal.
"Memindahkan seluruh data ke satu environment tidak selalu menjadi pilihan yang paling sesuai ketika perusahaan ingin memperluas implementasi AI. Cloudera Anywhere Cloud memberikan fleksibilitas untuk menjalankan AI di tempat data berada," ujar Alexander dalam siaran pers, Rabu (30/9).
Perusahaan yang memperluas pemanfaatan AI menghadapi tantangan pengelolaan data yang tersebar di berbagai lingkungan. Data dan workload bisa berada di public cloud, private data center, hingga sovereign infrastructure.
Cloudera Anywhere Cloud memungkinkan penempatan workload ditentukan berdasarkan kebutuhan bisnis, aturan regulasi, dan pertimbangan ekonomi. Arsitektur modular dengan satu control plane menjaga tata kelola dan kontrol data tetap konsisten di seluruh lingkungan.
Platform ini dirancang untuk membangun, menerapkan, dan meningkatkan skala aplikasi data serta AI kelas produksi di lingkungan multi-cloud dan on-premise. Interoperabilitasnya menghubungkan berbagai analytics engine tanpa vendor lock-in maupun integrasi khusus.
Dalam kolaborasi ini, MII menyediakan tiga lapis layanan. Fase discovery and design mencakup pemahaman KPI bisnis, analisis kesiapan data, AI envisioning, dan perancangan arsitektur.
Layanan implementasi meliputi konfigurasi platform, data foundation, serta analytics dan AI engineering. Adapun day-2 operation services mencakup pemantauan berkelanjutan, optimalisasi kinerja, dan pengelolaan operasional.
Regional Vice President Cloudera Indonesia, Sherlie Karnidta, menegaskan kemitraan ini memperluas akses lokal terhadap platform hybrid data dan AI generasi terbaru. Organisasi di Indonesia dapat memanfaatkan kelincahan cloud-native tanpa beban migrasi yang mengganggu.
"Langkah ini memungkinkan perusahaan di Indonesia untuk mempercepat inisiatif agentic AI di tingkat produksi dengan time-to-value yang lebih cepat, sekaligus tetap menjaga kedaulatan digital tanpa kompromi, tata kelola zero-trust, serta kendali penuh atas data sensitif mereka," kata Sherlie.
Bagi perusahaan dengan data dan aplikasi yang sudah tersebar di banyak sistem, pendekatan ini memungkinkan tim mengembangkan implementasi AI baru dengan keamanan dan tata kelola yang mengikuti aturan operasional yang berjalan. Kepatuhan terhadap regulasi kedaulatan data tetap terjaga karena data tidak perlu meninggalkan yurisdiksi asalnya.
Kolaborasi ini menambah pilihan bagi perusahaan di Indonesia dalam menjalankan strategi data dan AI, mulai dari public cloud hingga infrastruktur yang dikelola sendiri. Metrodata melalui MII memperkuat posisinya sebagai integrator teknologi yang menjembatani kebutuhan enterprise dengan platform AI global.