PALEMBANG — Sebelum menuju lokasi kebakaran, Herman Deru bersama Bupati OKI Muchendi Mahzareki memantau perkembangan titik api melalui Command Center Manggala Agni Kabupaten OKI, Minggu (11/10). Pantauan itu jadi dasar penentuan langkah pemadaman berikutnya di lapangan.
Herman Deru mengatakan kabut asap tebal menyebabkan helikopter pengebom air belum dapat beroperasi dalam dua hari terakhir karena jarak pandang yang terbatas. Kondisi itu memaksa tim mengalihkan fokus ke jalur darat dan rekayasa cuaca.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengoptimalkan upaya penanganan melalui modifikasi cuaca. Koordinasi dilakukan dengan pihak terkait di Pangkalpinang agar operasi tersebut dapat terus berlangsung.
"Sejak kemarin kita berkoordinasi dengan pihak di Pangkalpinang. Pesawat untuk modifikasi cuaca terus bekerja hingga saat ini," katanya.
Upaya lewat udara tetap dipertahankan meski water bombing belum bisa diterjunkan. Modifikasi cuaca diharapkan menurunkan intensitas asap sehingga jarak pandang kembali normal dan helikopter bisa beroperasi.
Selain upaya melalui udara, pihaknya akan menambah personel di lapangan untuk memperkuat pemadaman. Penambahan itu menyasar titik-titik api yang sulit dijangkau dari udara selama kabut asap belum surut.
Herman Deru juga meminta petugas meningkatkan koordinasi dan memastikan laporan perkembangan titik api sesuai dengan kondisi sebenarnya. Informasi yang akurat dan terkini diperlukan agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Peninjauan langsung ke OKI menegaskan posisi karhutla sebagai prioritas penanganan Pemprov Sumsel. Warga di sekitar lokasi kebakaran masih menunggu dampak lanjutan dari kombinasi pemadaman darat dan modifikasi cuaca yang tengah berjalan.