OGAN KOMERING ULU — Insiden tersebut melibatkan KA Baratarahan 4045 dan KA 4136 yang melintas di Jalur I Emplasemen Stasiun Talangbaru. PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut kejadian itu sebagai kendala operasional yang membuat jalur belum dapat dilalui untuk sementara waktu.
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan dua lokomotif saling berhadapan di lokasi kecelakaan. Sejumlah gerbong terlihat terguling hingga keluar dari jalur rel. Kerusakan juga tampak pada bagian rel dan bantalan rel akibat insiden tersebut.
Petugas terlihat berada di lokasi untuk melakukan penanganan sejak dini hari. Hingga informasi ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan maupun ada tidaknya korban jiwa.
KAI menyatakan jalur di Stasiun Talangbaru belum dapat dilalui selama proses pemeriksaan berlangsung. Perusahaan memastikan penanganan dilakukan untuk memastikan keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api.
"Saat ini petugas di lapangan sedang melakukan pemeriksaan dan proses penanganan untuk memastikan keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api," tulis KAI dalam akun X resminya, Kamis (15/10/2026).
Dampak insiden ini terhadap jadwal perjalanan kereta api lain yang melintas di Stasiun Talangbaru masih menunggu informasi lanjutan. KAI menyatakan akan menyampaikan perkembangan terkait tiket dan operasional KA yang terdampak.
Perusahaan meminta penumpang mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses penanganan berlangsung. "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terima kasih," tulis KAI.
Jalur kereta batu bara di Sumatera Selatan selama ini menjadi salah satu jalur utama pengangkutan komoditas tambang dari wilayah Ogan Komering Ulu dan sekitarnya. Kecelakaan di Jalur I Emplasemen Stasiun Talangbaru membuat arus pengangkutan di segmen tersebut tertahan hingga jalur dinyatakan aman untuk dilalui kembali.