PLN dan ESDM Perluas Lisdes-BPBL, 6.392 Warga Jabar Dapat Listrik

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:03:01 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan sambungan listrik program BPBL di Dusun Prau Bosok, Karawang.

SUMATERA SELATAN — PT PLN (Persero) bersama Kementerian ESDM menuntaskan program Listrik Desa (Lisdes) di 210 lokasi Jawa Barat sepanjang 2025, menghadirkan jaringan listrik bagi 6.392 pelanggan di pelosok. Perluasan akses ini menjadi bagian dari upaya mengejar pemerataan elektrifikasi hingga ke tingkat dusun. Bagi rumah tangga prasejahtera, sambungan listrik gratis disediakan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Karawang — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meresmikan sambungan listrik BPBL di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Kamis (15/10/2026). Peresmian berlangsung di tengah rangkaian perluasan jaringan listrik yang tengah dikebut PLN di wilayah tersebut.

Bahlil menyebut akses listrik sebagai hak seluruh rakyat, bukan fasilitas yang diberikan secara bertahap berdasarkan kemampuan ekonomi warga. Pemerintah, katanya, mengawal komitmen itu agar manfaatnya benar-benar sampai ke rumah tangga di dusun terpencil.

Isi Paket BPBL: Instalasi hingga Token Rp 100 Ribu

Program BPBL menanggung seluruh komponen yang dibutuhkan rumah tangga tidak mampu untuk menikmati listrik. Cakupannya meliputi instalasi listrik rumah, Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan daya 900 VA, serta token listrik perdana senilai Rp 100.000.

Dengan skema itu, warga prasejahtera tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk mendapatkan sambungan. Beban pengeluaran awal yang biasanya menjadi penghalang utama kini diambil alih negara.

"Jadi itu yang pemerintah lakukan, agar semua desa dan dusun wajib untuk mereka mendapatkan hak yang sama, yaitu manfaat pelayanan daripada listrik. Dan listrik ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bahlil.

Lisdes Bangun Jaringan, BPBL Sambungkan Rumah

Bahlil menegaskan Lisdes dan BPBL tidak bisa dipisahkan. Lisdes memperluas jangkauan jaringan listrik ke wilayah yang belum teraliri, sementara BPBL memastikan rumah tangga kurang mampu bisa tersambung ke jaringan tersebut tanpa biaya.

Sinergi keduanya dinilai mempercepat kenaikan rasio elektrifikasi nasional. Jaringan yang dibangun tanpa sambungan rumah tangga akan sia-sia, sedangkan sambungan gratis tanpa jaringan tidak bisa direalisasikan.

Infrastruktur Listrik di Jawa Barat

Untuk mendukung Lisdes di 210 lokasi sepanjang 2025, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 46,82 kilometer sirkuit (kms) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 182,78 kms di Jawa Barat. Perusahaan juga mendirikan gardu distribusi berkapasitas total 3.700 kilovolt-ampere (kVA).

Seluruh infrastruktur itu melayani 6.392 pelanggan di berbagai pelosok daerah. Adapun di Dusun Prau Bosok, pembangunan Lisdes Tahun Anggaran 2025 mencakup JTM 0,549 kms, JTR 0,91 kms, dan satu gardu distribusi 50 kVA yang membuka akses listrik bagi 62 calon pelanggan rumah tangga.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra menyatakan perusahaan siap menjalankan amanah pemerintah menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Pembangunan jaringan dan gardu distribusi terus dilakukan agar masyarakat menikmati layanan listrik yang layak.

"PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga ke dusun-dusun yang belum terjangkau. Kami terus membangun jaringan dan gardu distribusi agar masyarakat dapat menikmati layanan listrik yang layak," ujar Edwin.

Perluasan jaringan di Karawang menambah deretan wilayah yang kini teraliri listrik PLN. Bagi warga Dusun Prau Bosok, sambungan listrik membuka peluang aktivitas ekonomi malam, akses penerangan untuk anak belajar, dan penggunaan peralatan rumah tangga yang sebelumnya terbatas.

Pemerataan akses listrik masih menjadi pekerjaan rumah di sejumlah daerah terpencil, terutama yang berjarak jauh dari jaringan existing dan berbiaya tinggi untuk dijangkau. Model Lisdes-BPBL menjadi cara pemerintah menutup celah itu tanpa membebani warga.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top