Pariwisata Indonesia Sumbang Rp1.138 T ke PDB di Era Prabowo-Gibran

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:02:31 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keterangan terkait pertumbuhan pariwisata nasional di Jakarta.

SUMATERA SELATAN — Sektor pariwisata Indonesia mencatatkan kontribusi Rp1.138 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kementerian Pariwisata menyebut capaian ini ditopang 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025, atau tumbuh 10,8% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui target pemerintah yang dipatok di kisaran 14 juta hingga 15 juta kunjungan.

Kementerian Pariwisata menilai pertumbuhan sektor ini bukan sekadar soal jumlah kedatangan. Pembangunan pariwisata diarahkan pada dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pemerataan manfaat antar daerah, bukan hanya akumulasi kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut 2025 sebagai salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata nasional. Momentum itu, menurutnya, berlanjut ke 2026.

"Dua tahun terakhir, pariwisata Indonesia terus bertumbuh. Tahun 2025 menjadi salah satu tahun penting bagi pertumbuhan pariwisata Indonesia dan momentum itu berlanjut hingga 2026," kata Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Kontribusi Rp1.138 Triliun ke PDB

Angka Rp1.138 triliun menjadi indikator utama yang dipakai Kementerian Pariwisata untuk mengukur dampak sektor ini terhadap perekonomian nasional. Nilai itu mencerminkan sumbangan pariwisata terhadap PDB selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Bagi pelaku usaha di daerah, besaran kontribusi ini relevan karena menentukan arah dukungan anggaran dan program pengembangan destinasi. Sejumlah daerah yang selama ini bergantung pada kunjungan wisatawan kini mendapat perhatian lebih besar dalam skema pemerataan.

Wisman 2025 Tembus 15,39 Juta Kunjungan

Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta sepanjang 2025. Jumlah itu tumbuh 10,8% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target pemerintah di kisaran 14 juta hingga 15 juta kunjungan.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi maskapai, hotel, dan penyedia jasa tur yang sempat terpuruk beberapa tahun lalu. Lonjakan kunjungan juga berdampak langsung pada permintaan akomodasi di destinasi utama seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo.

Perjalanan Wisnus Capai 1,2 Miliar

Selain wisman, perjalanan wisatawan nusantara mencatat 1,2 miliar perjalanan sepanjang periode yang sama. Angka ini menjadi yang tertinggi yang pernah tercatat.

Dominasi wisnus menunjukkan pasar domestik tetap menjadi penopang utama sektor pariwisata. Bagi traveler yang merencanakan liburan keluarga, tren ini berdampak pada kepadatan destinasi populer saat libur sekolah dan akhir pekan panjang.

Dampak bagi Perencanaan Liburan Anda

Kenaikan kunjungan wisman dan wisnus berimplikasi pada harga tiket masuk, ketersediaan kamar, dan antrean di destinasi favorit. Traveler sebaiknya memesan akomodasi lebih awal, terutama untuk periode libur panjang dan musim ramai.

Pemerataan yang digaungkan Kementerian Pariwisata juga membuka peluang bagi destinasi sekunder di luar Jawa dan Bali. Daerah seperti Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatera mulai mendapat sorotan sebagai alternatif yang lebih lengang.

Untuk informasi terkini soal tarif masuk dan jam operasional destinasi tertentu, wisatawan dapat mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat atau kanal resmi pengelola.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top