SUMATERA SELATAN — Aktris Korea Selatan Choi Yoo Hwa mengunggah potret dirinya menyusui di kafe dan restoran, memicu perdebatan warganet soal batas privasi di ruang publik. Bagi ibu muda Indonesia yang sering kebingungan cari tempat menyusui saat di luar rumah, kisah Choi Yoo Hwa ini menyoroti isu yang sama-sama dekat: kenyamanan ibu versus pandangan orang sekitar.
Choi Yoo Hwa membagikan sejumlah foto saat menyusui anaknya di tempat umum, mulai dari kafe hingga restoran. Unggahan aktris asal Korea Selatan itu langsung menuai reaksi beragam, dari dukungan sesama ibu hingga kritik yang menilai menyusui sebaiknya tidak dilakukan di ruang publik.
Perdebatan yang terjadi di Korea Selatan bukan hal asing bagi ibu Indonesia. Banyak ibu di sini juga pernah merasa canggung saat harus menyusui di tempat umum, terutama ketika fasilitas laktasi tidak tersedia.
Choi Yoo Hwa dikenal sebagai aktris yang cukup aktif membagikan kesehariannya di media sosial. Foto-foto menyusui yang diunggahnya bukan kali pertama ia tampil terbuka soal proses menyusui anaknya.
Warganet Korea Selatan terbelah. Sebagian mendukung hak ibu menyusui kapan dan di mana pun anak butuh, sebagian lain menganggapnya kurang pantas untuk dibagikan ke publik. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Choi Yoo Hwa soal reaksi tersebut.
Di Indonesia, hak ibu menyusui di tempat umum sebenarnya sudah dilindungi. Undang-Undang Kesehatan mengatur kewajiban penyediaan fasilitas khusus menyusui di sarana umum, meski penerapannya di lapangan masih belum merata.
Banyak ibu mengaku tetap memilih menyusui dengan penutup atau mencari ruang laktasi karena khawatir dipandang negatif. Padahal, menyusui adalah kebutuhan bayi, bukan sekadar pilihan gaya hidup.
Perdebatan seperti yang dialami Choi Yoo Hwa menunjukkan bahwa norma sosial soal menyusui di ruang publik masih berbeda-beda di setiap negara, termasuk di Indonesia.
Supaya tetap nyaman dan tenang, ada beberapa hal praktis yang bisa disiapkan sebelum keluar rumah bersama bayi.
Jika harus menyusui di tempat umum tanpa fasilitas memadai, tidak ada salahnya meminta bantuan staf untuk mencari ruangan yang lebih tertutup.
Menyusui di tempat umum umumnya aman. Namun, ibu sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi jika mengalami nyeri hebat saat menyusui, putting lecet berkepanjangan, produksi ASI menurun drastis, atau bayi sulit menempel dengan benar.
Masalah seperti ini bukan hal memalukan dan justru lebih cepat teratasi jika ditangani tenaga profesional.
Kisah Choi Yoo Hwa menjadi pengingat bahwa setiap ibu punya cara sendiri untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Ada yang nyaman menyusui terbuka, ada juga yang memilih menutup diri.
Yang terpenting, bayi tetap mendapat ASI dan ibu merasa tenang. Dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar membuat pengalaman menyusui di luar rumah jadi jauh lebih ringan.