PALEMBANG — Penyemaian bahan semai dilakukan dari udara melalui lima sortie penerbangan. Rinciannya, 1,6 ton dry ice ditabur lewat dua sortie pesawat Cassa N-212 untuk membantu mengurai lapisan penahan asap.
Sebanyak 8,8 ton garam semai (NaCl) disebar melalui dua sortie pesawat Hercules C-130 dan satu sortie Cassa N-212. Garam semai berfungsi merangsang pembentukan awan hujan di wilayah terdampak.
Dry ice dan garam semai bekerja dengan mekanisme yang tidak sama. Dry ice mendinginkan massa udara sehingga lapisan penahan asap terurai, sementara NaCl memicu pertumbuhan awan hujan.
Pembagian beban itu terlihat dari komposisi sortie: dua penerbangan untuk dry ice, tiga penerbangan untuk garam semai. Pesawat Cassa N-212 dipakai di kedua misi, sedangkan Hercules C-130 khusus mengangkut garam semai.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Palembang diintensifkan untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus penanganan kabut asap. TNI berjalan bersama BMKG dan tim gabungan dalam pelaksanaannya.
Pengerahan alutsista udara disebut sejalan dengan penegasan Panglima TNI soal komitmen membantu masyarakat. "Ini sebagai bukti komitmen dan kontribusi TNI utk selalu hadir mengatasi kesulitan rakyat dan menegakkan kedaulatan negara," tegas Panglima TNI.
Sinergi dengan BMKG dan instansi terkait diarahkan pada dua sasaran: mengurangi dampak kabut asap dan mempercepat penanganan karhutla di wilayah terdampak.
Kabut asap menjadi persoalan berulang di Sumatera Selatan setiap musim kemarau. Penyemaian dari udara jadi salah satu cara mempercepat turunnya hujan di titik-titik yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
Informasi soal operasi ini disampaikan Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi. Belum ada keterangan mengenai jumlah titik penyemaian berikutnya maupun durasi operasi lanjutan.