Pencarian

1.016 Titik Panas Karhutla Sumsel, 4 Daerah Masuk Kategori Udara Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 09:02:31 WIB
1.016 Titik Panas Karhutla Sumsel, 4 Daerah Masuk Kategori Udara Berbahaya
Petugas memantau titik panas karhutla Sumsel yang mencapai 1.016 titik berdasarkan data BPBD Sumsel.

PALEMBANG — Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyebut angka titik panas itu berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sumsel. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi penyumbang hotspot terbanyak dengan 335 titik, disusul Banyuasin 228 titik dan Musi Banyuasin 144 titik.

Sebaran hotspot juga terpantau di sejumlah kabupaten lain. OKU Timur mencatat 68 titik, Muara Enim 63 titik, Musi Rawas Utara 60 titik, dan Musi Rawas 47 titik.

Ogan Ilir tercatat 18 titik, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 13 titik, OKU Selatan 12 titik, serta Empat Lawang 11 titik. Lahat dan Ogan Komering Ulu masing-masing delapan titik, sedangkan Kota Prabumulih satu titik.

Kumulatif Hotspot Tembus 116.307 Titik Sejak Januari

Sepanjang 1 Januari hingga 22 Oktober 2026, jumlah hotspot kumulatif di Sumsel mencapai 116.307 titik. Pergerakan titik panas dalam sepekan terakhir pun fluktuatif.

Pada 16 Oktober 2026, hotspot tercatat 2.559 titik, lalu turun menjadi 1.122 titik sehari kemudian. Angka itu kembali naik menjadi 1.560 titik pada 18 Oktober, sebelum turun ke 753 titik dan naik lagi ke 947 titik pada 20 Oktober.

Lonjakan terjadi pada 21 Oktober dengan 2.524 titik, lalu 2.332 titik pada 22 Oktober. Fluktuasi itu menunjukkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Sumsel masih perlu diwaspadai.

ISPU Palembang 684, Terburuk di Sumsel

Di tengah fluktuasi hotspot, kualitas udara Kota Palembang menjadi perhatian utama. Berdasarkan data ISPU PM2,5 dalam laporan BPBD Sumsel pada Jumat (23/10/2026) pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara Palembang mencapai 684 atau kategori berbahaya.

PALI mencatat nilai ISPU 536, Prabumulih 380, dan Ogan Ilir 307. Ketiganya masuk kategori berbahaya. Musi Rawas berada di angka 292 atau kategori sangat tidak sehat, sedangkan Musi Banyuasin 160, Lahat 135, dan Muara Enim 90.

Paparan polutan, terutama partikel halus PM2,5, berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan. Ancaman infeksi saluran pernapasan (ISPA) pun meluas seiring memburuknya kualitas udara.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap menebal. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar disarankan memakai masker untuk mengurangi paparan partikel halus.

Sejumlah daerah di Sumsel sebelumnya juga diminta mengantisipasi dampak asap karhutla terhadap layanan kesehatan. Puskesmas di wilayah terdampak diarahkan membuka layanan 24 jam untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan.

BPBD Sumsel masih memantau pergerakan hotspot harian sebagai dasar penanganan darurat. Penanganan karhutla di lapangan bergantung pada perkembangan titik panas dan kondisi angin yang memengaruhi sebaran asap ke permukiman warga.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks