PALEMBANG — Prakiraan BMKG untuk sepuluh hari ke depan menempatkan hujan ringan sebagai kondisi paling merata di Sumsel. Pada 28 Oktober, seluruh kabupaten dan kota diprakirakan diguyur hujan intensitas ringan. Keesokan harinya, sebagian wilayah berpotensi hujan petir.
Kota Palembang menjadi salah satu daerah yang perlu diwaspadai. BMKG memprakirakan hujan ringan di Palembang pada 28 Oktober, lalu berubah menjadi hujan petir pada 29 Oktober.
Udara Kabur Mendominasi Awal Pekan
Pada Senin, 26 Oktober, udara kabur menyelimuti 16 kabupaten dan kota di Sumsel. Ogan Komering Ilir menjadi satu-satunya wilayah dengan prakiraan hujan ringan.
Suhu udara di Palembang berada pada rentang 26-30 derajat Celsius dengan kelembapan 63-92 persen. Di Ogan Komering Ilir, suhu berkisar 25-30 derajat Celsius dan kelembapan 71-98 persen.
Pagar Alam mencatat suhu terendah dalam prakiraan hari itu, yakni 18-25 derajat Celsius. Suhu maksimum tertinggi mencapai 31 derajat Celsius, tercatat di Musi Rawas, Banyuasin, dan Empat Lawang.
Hujan Ringan Menyebar ke 15 Wilayah pada 27 Oktober
Hujan ringan diprakirakan terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota pada 27 Oktober. Hanya Palembang dan Ogan Ilir yang masih tercatat mengalami udara kabur.
Ogan Komering Ulu memiliki suhu maksimum prakiraan tertinggi, mencapai 34 derajat Celsius. Muara Enim dan Prabumulih menyusul dengan suhu maksimum 33 derajat Celsius.
Perubahan Kondisi di Penghujung Oktober
Memasuki akhir Oktober hingga awal November, udara kabur kembali mendominasi kondisi cuaca Sumsel. Beberapa daerah juga tercatat memiliki prakiraan cerah, cerah berawan, berawan, serta kabut atau asap.
Di Palembang, kondisi berubah menjadi udara kabur pada 30 Oktober dan cerah pada 31 Oktober. Pola ini menunjukkan fluktuasi cuaca yang cukup cepat dalam beberapa hari.
Warga diminta menyesuaikan aktivitas luar ruang, terutama pada hari-hari dengan potensi hujan petir. Penggunaan masker tetap relevan saat udara kabur dan kabut asap melanda.