Pencarian

Kualitas Udara Palembang Belum Merata, PM2.5 di Talang Betutu Naik 47,5 µg/m³ dan Masih Tidak Sehat

Senin, 26 Oktober 2026 • 06:31:31 WIB
Kualitas Udara Palembang Belum Merata, PM2.5 di Talang Betutu Naik 47,5 µg/m³ dan Masih Tidak Sehat
Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu tercatat 108,1 µg/m³ atau kategori tidak sehat.

PALEMBANG — Data pemantauan BMKG menunjukkan dua stasiun di Kota Palembang bergerak ke arah berlawanan. Di Musi 2, konsentrasi PM2.5 tercatat 47,6 µg/m³ dan masuk kategori sedang, turun 71,1 µg/m³ dari angka Minggu (25/10/2026) yang mencapai 118,7 µg/m³.

Sebaliknya, Talang Betutu mencatat 108,1 µg/m³. Angka itu naik dari 60,6 µg/m³ sehari sebelumnya, meski kategorinya tetap tidak sehat.

Dua Stasiun, Dua Arah Berbeda

Perbedaan itu membuat kualitas udara Palembang belum seragam. Musi 2 sebelumnya berada di kategori tidak sehat, kini turun ke sedang. Talang Betutu justru bergerak sebaliknya.

BMKG mencatat data kedua stasiun pada pukul 03.00 WIB. Pemantauan dilakukan secara berkala mengikuti kondisi atmosfer dan sumber pencemar di sekitar masing-masing titik.

Kategori sedang berada pada rentang 15,6–55,4 µg/m³. Sementara kategori tidak sehat berada di 55,5–150,4 µg/m³.

Pangkalanbun Catat Angka Tertinggi di Indonesia

Di luar Palembang, sejumlah wilayah Indonesia mencatat konsentrasi PM2.5 jauh lebih tinggi. Pangkalanbun berada di angka 581,5 µg/m³ atau kategori berbahaya.

Samarinda menyusul dengan 321,1 µg/m³ dan Palangkaraya 319,4 µg/m³. Keduanya juga masuk kategori berbahaya.

Sejumlah wilayah lain berada di kategori tidak sehat, seperti Kubu Raya 98,2 µg/m³, Tanjung Harapan 95,1 µg/m³, dan Maros 84,2 µg/m³. Sintang 67,9 µg/m³, Lore Lindu 66,1 µg/m³, Banjarbaru 62,2 µg/m³, Kotabaru 61,1 µg/m³, serta Muaro Jambi 60 µg/m³.

Batam mencatat 50 µg/m³ dan Kota Jambi 49,7 µg/m³, keduanya kategori sedang. Semarang 33,2 µg/m³, Kemayoran 26,6 µg/m³, Medan 24,5 µg/m³, Sleman 16,2 µg/m³, dan Pekanbaru 16 µg/m³ juga masuk kategori sedang.

Wilayah dengan udara kategori baik antara lain Bengkulu 14,3 µg/m³, Malang 14 µg/m³, Sorong 11,7 µg/m³, Pesawaran 9,6 µg/m³, Kototabang 6,4 µg/m³, dan Indrapuri 4,4 µg/m³.

Mengapa PM2.5 Perlu Diwaspadai

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil membuat partikel ini mudah terhirup saat manusia bernapas.

BMKG membagi konsentrasi PM2.5 ke dalam lima kategori. Kategori baik 0–15,5 µg/m³, sedang 15,6–55,4 µg/m³, tidak sehat 55,5–150,4 µg/m³, sangat tidak sehat 150,5–250,4 µg/m³, dan berbahaya di atas 250,5 µg/m³.

Data pemantauan merupakan gambaran pada waktu tertentu dan dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer serta sumber pencemar. Dampak asap karhutla menjadi salah satu faktor yang memengaruhi fluktuasi angka di sejumlah daerah.

Warga Palembang, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan memperhatikan pembaruan kualitas udara. Kawasan dengan kategori tidak sehat hingga berbahaya perlu diwaspadai, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Follow halopalembang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks