Wali Kota Arlan Bedah 100 Rumah Warga Prabumulih Lewat Gebrak Rutilahu

Penulis: Hendra Mukhtar  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29:40 WIB
Wali Kota Arlan tinjau renovasi 100 rumah tidak layak huni di Kelurahan Anak Petai.

PRABUMULIH — Pemerintah Kota Prabumulih mempercepat penataan kawasan pemukiman melalui program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (GEBRAK RUTILAHU). Hingga saat ini, sebanyak 100 unit rumah warga yang sebelumnya memprihatinkan telah disulap menjadi bangunan layak huni.

Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, memaparkan capaian tersebut saat meninjau langsung lokasi pembangunan di Muara Tiga, Kelurahan Anak Petai, Rabu (06/05/26). Agenda ini juga diikuti secara virtual oleh Penjabat Gubernur Sumatera Selatan guna memantau progres pembenahan hunian di wilayah tersebut.

Arlan menegaskan bahwa program ini bukan sekadar mengejar target fisik bangunan. Fokus utama pemkot adalah memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan bagi keluarga.

Strategi Keroyok Bareng Libatkan BUMN hingga Perusahaan Ritel

Kecepatan renovasi 100 rumah ini diklaim sebagai hasil dari strategi "Keroyok Bareng". Pemerintah Kota Prabumulih tidak berjalan sendiri, melainkan merangkul berbagai lini sektor publik dan swasta untuk mengalokasikan bantuan bagi warga kurang mampu.

Dukungan mengalir dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan BUMD yang beroperasi di wilayah Prabumulih. Selain itu, sektor swasta seperti perusahaan ritel Indomaret turut terlibat aktif dalam pendanaan dan pelaksanaan program perbaikan rumah ini.

“Kami tidak ingin warga hanya sekadar memiliki atap. Kami ingin mereka memiliki hunian yang sehat dan aman. Hingga hari ini, lebih dari 100 unit rumah tidak layak huni telah kami sulap menjadi rumah layak huni,” tegas H. Arlan.

Perbaikan Infrastruktur Jalan untuk Dongkrak Ekonomi Mikro

Selain melakukan bedah rumah, Pemkot Prabumulih juga mengintegrasikan perbaikan infrastruktur jalan di sekitar kawasan pemukiman. Langkah pelebaran jalan dilakukan agar akses mobilitas warga menjadi lebih mudah dan tidak terhambat.

Integrasi antara hunian layak dan jalan yang memadai diharapkan mampu menciptakan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi mikro. Dengan akses yang lebih terbuka, warga Kelurahan Anak Petai diharapkan bisa mengembangkan potensi ekonomi di lingkungan tempat tinggal mereka.

Upaya percepatan ini merupakan bagian dari visi besar menuju Kota Layak Huni pada 2026. Arlan menyebut sinergi dengan berbagai pihak harus terus diperkuat agar sisa hunian yang masih tidak layak dapat segera tertangani dalam waktu dekat.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami. Sinergi ini harus terus diperkuat agar tidak ada lagi warga Prabumulih yang tinggal di bawah atap yang rapuh,” pungkas Wali Kota.

Reporter: Hendra Mukhtar
Back to top