Pencarian

Pemerintah Targetkan Dedieselisasi di Wilayah 3T Tuntas dalam Tiga Tahun, Gunakan Gas dan EBT

Sabtu, 30 Mei 2026 • 20:15:02 WIB
Pemerintah Targetkan Dedieselisasi di Wilayah 3T Tuntas dalam Tiga Tahun, Gunakan Gas dan EBT
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan program dedieselisasi dengan kombinasi gas dan EBT di wilayah 3T.

SUMATERA SELATAN — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa program dedieselisasi akan mengombinasikan penggunaan gas dengan energi baru terbarukan (EBT). Wilayah seperti Maluku menjadi prioritas karena masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Kombinasi Gas dan EBT untuk Efisiensi

Menurut Yuliot, skema kombinasi ini bertujuan membuat sistem kelistrikan di daerah 3T lebih efisien dan berkelanjutan. “Ini secara keseluruhan dedieselisasi dan juga untuk energi baru terbarukan ini harus kita sinkronkan untuk percepatan. Arahan dari Presiden, 3 tahun untuk PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Pemerintah akan mendorong pemanfaatan sumber energi bersih seperti panas bumi (geotermal), tenaga air (PLTA), dan tenaga surya. Yuliot menambahkan, langkah ini akan memutus rantai ketergantungan pada pasokan BBM yang rentan terhadap gejolak harga global.

Instruksi Presiden di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Percepatan konversi PLTD menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, dengan fokus pada efisiensi energi dan pengurangan beban subsidi negara.

“Terkait dengan pembangkit listrik tenaga diesel, karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Dampak terhadap Subsidi dan Ketahanan Energi

Konversi ini dinilai strategis karena penggunaan PLTD selama ini menyedot anggaran subsidi BBM yang besar, terutama saat harga minyak mentah dunia melonjak. Dengan beralih ke PLTS dan EBT lainnya, pemerintah berharap beban APBN bisa ditekan secara signifikan.

Selain itu, pasokan listrik di wilayah 3T diharapkan menjadi lebih stabil. Selama ini, daerah-daerah terpencil kerap mengalami pemadaman akibat keterlambatan pengiriman BBM atau kerusakan mesin diesel yang sulit diperbaiki karena keterbatasan akses.

“Kalau ini berasal dari energi baru terbarukan, berarti kan kita sudah tidak tergantung lagi dengan pengadaan BBM yang sangat fluktuatif,” pungkas Yuliot.

Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks