Pencarian

Arsenal Gagal Penalti, PSG Juara Liga Champions Usai Adu Tembak 12 Pas

Minggu, 31 Mei 2026 • 02:56:01 WIB
Arsenal Gagal Penalti, PSG Juara Liga Champions Usai Adu Tembak 12 Pas
Kapten PSG Marquinhos mengangkat trofi Liga Champions usai kemenangan adu penalti atas Arsenal.

SUMATERA SELATAN — Final Liga Champions yang digelar di stadion netral menyajikan drama menegangkan. Laga berakhir tanpa gol setelah 120 menit, sebelum PSG keluar sebagai pemenang 5-4 dalam babak tos-tosan. Momen paling krusial terjadi saat Gabriel maju sebagai eksekutor kelima Arsenal. Tendangan pemain Brasil itu melambung jauh di atas mistar, memicu euforia di kubu Paris.

Drama Adu Penalti: Bintang PSG Tampil Dingin

Babak adu penalti menjadi panggung bagi para algojo PSG. Keempat eksekutor pertama mereka sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Sementara itu, Arsenal sempat menyamakan kedudukan lewat Martin Odegaard, Bukayo Saka, Declan Rice, dan Kai Havertz.

Tekanan akhirnya jatuh ke pundak Gabriel. Tendangan kerasnya yang justru melambung tanpa arah langsung memastikan PSG menjadi juara untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Kapten PSG, Marquinhos, menjadi sosok yang mengangkat trofi di tengah gemuruh pendukungnya.

120 Menit Tanpa Gol, Peluang Terbuang Sia-sia

Sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu, kedua tim bermain hati-hati. PSG mendominasi penguasaan bola, namun lini belakang Arsenal yang dikomandoi William Saliba tampil disiplin. Di sisi lain, serangan balik cepat The Gunners beberapa kali merepotkan pertahanan PSG, namun tak ada satu pun yang berbuah gol.

Peluang emas tercipta di menit ke-89. Kylian Mbappe lolos dari jebakan offside, tapi tembakannya masih bisa ditepis kiper Arsenal, David Raya. Beberapa menit kemudian, tembakan jarak jauh Leandro Trossard juga masih membentur tiang gawang PSG. Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

PSG Akhirnya Pecah Telur di Eropa

Gelar ini menjadi pencapaian bersejarah bagi PSG, yang selama bertahun-tahun berjuang merebut mahkota Liga Champions. Sejak investasi besar-besaran dilakukan, final menjadi target utama, dan kini mimpi itu terwujud. Bagi pelatih PSG, trofi ini menjadi bukti kejeliannya meramu strategi di laga puncak.

Bagi Arsenal, kekalahan ini tentu meninggalkan luka. Mereka tampil heroik sepanjang turnamen, namun kegagalan di momen paling krusial harus dibayar mahal. The Gunners kini harus kembali menyusun kekuatan untuk musim depan.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks