Kelompok Tani Beringin Jaya Lahat Panen Perdana 1,6 Ton Ikan Lele

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:37:35 WIB
Kelompok Tani Beringin Jaya panen perdana 1,6 ton ikan lele di Desa Beringin Jaya, Lahat.

LAHAT — Kelompok Tani Beringin Jaya di Desa Beringin Jaya, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mencatatkan produksi perdana sebanyak 1,6 ton ikan lele. Keberhasilan panen ini merupakan hasil dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PT Sawit Mas Sejahtera (PT SMS), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, guna mendorong kemandirian pangan di tingkat desa.

Hasil panen dari kelompok yang beranggotakan 10 orang ini langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar. Selain untuk konsumsi rumah tangga, ikan lele tersebut juga mulai didistribusikan kepada para pedagang lokal di wilayah Lahat untuk memperkuat perputaran ekonomi warga desa.

Target Panen Tiap Tiga Bulan untuk Kebutuhan Warga

Budidaya ikan lele ini dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki masa pemeliharaan yang relatif singkat. Dengan siklus panen sekitar dua hingga tiga bulan, masyarakat dapat memperoleh sumber protein hewani dan pendapatan tambahan secara lebih cepat dibandingkan komoditas lainnya.

Program yang mulai berjalan sejak awal 2025 ini mengedepankan pola pengelolaan mandiri oleh masyarakat. Pihak perusahaan memberikan dukungan teknis dan bibit, sementara Kelompok Tani Beringin Jaya bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan kolam hingga masa panen tiba.

Ikan lele dinilai menjadi solusi praktis bagi ketahanan pangan lokal karena kandungan gizinya yang tinggi dan metode budidaya yang tidak terlalu rumit. Hal ini memungkinkan warga desa, termasuk para anggota kelompok tani, mengelola kolam di sela-sela aktivitas utama mereka sebagai petani sawit atau berkebun.

Dukungan Swasembada Ikan dan Penguatan Ekonomi Desa

Keberhasilan panen di Desa Beringin Jaya ini mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Lahat. Dinas Perikanan Kabupaten Lahat menyerahkan piagam apresiasi kepada PT Sawit Mas Sejahtera atas kontribusi nyata dalam pengembangan sektor perikanan darat di wilayah tersebut.

Langkah ini dipandang sejalan dengan program Swasembada Ikan yang menjadi prioritas Bupati Lahat sejak tahun 2019. Melalui kolaborasi antara pihak swasta dan kelompok tani, pemerintah daerah berharap ketergantungan pasokan ikan dari luar daerah dapat terus berkurang secara bertahap.

Selain aspek pemenuhan gizi, program ini dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi pedesaan. Dengan adanya produksi ikan yang stabil di tingkat desa, masyarakat memiliki akses pangan yang lebih terjangkau sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi pemuda dan warga yang tergabung dalam kelompok tani.

Strategi Minim Jeda dengan Penebaran Bibit Berkelanjutan

Untuk menjaga ritme produksi, pengelola langsung melakukan penebaran bibit ikan lele kembali di kolam yang telah dikosongkan. Strategi ini dilakukan guna mengurangi waktu jeda produksi, sehingga kolam dapat kembali dipanen dalam dua hingga tiga bulan ke depan secara berkelanjutan.

Pihak perusahaan bersama Dinas Perikanan setempat berkomitmen untuk terus memantau perkembangan budidaya ini. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan kualitas air dan kesehatan ikan tetap terjaga, sehingga target panen berikutnya dapat menyamai atau bahkan melampaui capaian perdana saat ini.

Keberlanjutan program ini diharapkan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di sekitar area operasional perusahaan. Sinergi antara dunia usaha dan komunitas lokal menjadi kunci utama dalam mewujudkan Lahat sebagai daerah yang mandiri pangan melalui optimalisasi potensi perikanan air tawar.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top