PALEMBANG — Sebanyak 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mulai bersiap menghadapi Sensus Ekonomi 2026 yang resmi dilaunching di Griya Agung Palembang, Rabu (12/5/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur H. Herman Deru dan Wakil Gubernur H. Cik Ujang ini menargetkan pendataan komprehensif seluruh unit usaha, dari pedagang mikro di kampung hingga perusahaan besar di kawasan industri.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa sensus ini bukan sekadar proyek statistik rutin. Data yang dikumpulkan akan mencakup sektor usaha, jumlah pekerja, penggunaan internet dalam bisnis, hingga informasi waralaba di setiap wilayah administrasi terkecil.
"Melalui sensus ekonomi ini, nantinya data yang dihasilkan digunakan sebagai 'Google Maps' atau petunjuk arah yang akurat bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan di masa mendatang," ujar Camat Lembak, Didik Haryanto, S.Kom, saat ditemui usai rapat koordinasi.
Didik menambahkan, pihaknya telah menyiapkan jajaran lurah dan kepala desa di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, untuk menjadi ujung tombak sensus. Menurutnya, sinergi antara camat dan lurah sangat krusial karena merekalah yang paling memahami kondisi riil lapangan.
"Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyinergikan Camat dan Lurah sebagai garda terdepan dalam mensukseskan pendataan rumah tangga dan pelaku usaha di Sensus Ekonomi 2026, dan kegiatan tersebut berjalan lancar," tukas Didik.
Sensus ini tidak hanya dimaksudkan untuk pemetaan ekonomi makro. Pemerintah daerah berharap data yang terkumpul bisa digunakan untuk menajamkan program sosial dan bantuan agar benar-benar tepat sasaran. Dengan integrasi data kependudukan dan data usaha, potensi tumpang tindih penerima bantuan bisa diminimalkan.
Pendataan akan menyasar seluruh sektor, mulai dari usaha mikro yang selama ini tidak tercatat di basis data formal, hingga perusahaan berskala besar. Hasil akhirnya diharapkan menjadi satu peta ekonomi tunggal yang terintegrasi untuk seluruh Sumsel.
Rakor dan launching di Griya Agung ini menjadi sinyal awal bahwa pemerintah daerah serius mengejar target pendataan sebelum tahun 2026 berakhir. Para camat yang hadir diminta segera melakukan sosialisasi ke tingkat bawah agar saat pencacahan dimulai, tidak ada lagi pelaku usaha yang enggan didata.
Pemprov Sumsel optimistis, dengan sinergi dari tingkat provinsi hingga desa, Sensus Ekonomi 2026 akan menghasilkan data paling akurat yang pernah dimiliki daerah ini.