PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang menghadiri kegiatan Sumsel Bermunajat yang digelar PWNU Sumsel di Pondok Pesantren Aulia Cendikia Kampus C Palembang. Acara ini menjadi momentum syukur sekaligus permohonan untuk kemaslahatan daerah, termasuk kelancaran proyek strategis Pelabuhan Tanjung Carat.
Ketua PWNU Sumsel, KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, memimpin langsung zikir dan doa bersama. Ia mengajak seluruh hadirin mendoakan agar Sumsel senantiasa diberkahi dan Gubernur Herman Deru selalu sehat.
"Mudah-mudahan HUT Provinsi Sumsel semakin berkah dan keberkahan tanah ini terus mengalir," ujarnya di hadapan para santri dan undangan.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa usia delapan dekade bagi sebuah provinsi bukanlah masa senja. Menurutnya, ini justru menjadi pijakan untuk mempercepat pembangunan.
"Kecepatan membangun wilayah dalam dekade tertentu bisa sangat maju. Namun, ternyata kita belum apa-apa. Banyak keunggulan yang kita miliki," kata Herman Deru.
Ia juga mengajak warga memperdalam rasa syukur karena Sumsel masih dalam suasana damai, berbeda dengan sejumlah wilayah di Timur Tengah yang tengah dilanda konflik.
Orang nomor satu di Sumsel itu menekankan bahwa pembangunan tidak melulu soal beton dan aspal. Ia menyebut pembangunan mental dan karakter masyarakat sama urgennya.
"Orang banyak melihat pembangunan itu hanya bentuk fisik. Padahal ada pembangunan yang bukan berbentuk arsitektur, yaitu pembangunan mental," ujarnya.
Herman Deru menitipkan harapan besar pada peran ibu dalam membentuk karakter generasi muda. Ia ingin pada 2045 nanti, Sumsel memiliki generasi unggul yang siap bersaing.
Di akhir acara, Herman Deru memberikan hadiah kepada Pondok Pesantren Aulia Cendikia sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan dan keagamaan. Bantuan ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun Sumsel ke depan.