PAGARALAM — AIPDA Paino, personel Satlantas Polres Pagaralam, duduk di antara remaja yang tengah nongkrong di kawasan Air Perikan, Rabu (13/5/2026) sore. Bukan dengan razia atau tilang, ia justru mengajak mereka ngobrol santai soal bahaya balapan liar.
Pendekatan humanis ini sengaja dipilih polisi untuk membangun kesadaran berlalu lintas tanpa kesan menggurui. Para remaja yang biasa berkumpul di sekitar Indomaret itu pun tampak antusias mendengarkan imbauan yang disampaikan langsung dari mulut petugas.
Dalam suasana akrab itu, AIPDA Paino menyampaikan bahwa jalan raya bukan arena balapan. Ia mengingatkan risiko fatal yang mengintai, bukan hanya bagi pembalap liar tetapi juga pengguna jalan lain.
“Generasi muda harus menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jangan jadikan jalan raya sebagai arena balapan liar karena risikonya sangat besar,” ujarnya kepada rombongan remaja setempat.
Pesan itu langsung mengena. Sebab, kawasan Air Perikan selama ini dikenal sebagai salah satu titik kumpul remaja yang kerap memicu aksi kebut-kebutan di jalan raya Kota Pagaralam.
Tak hanya soal balapan liar, petugas juga memberikan edukasi teknis yang aplikatif. Mulai dari kewajiban menggunakan helm standar, larangan memakai knalpot tidak sesuai spesifikasi, hingga modifikasi kendaraan yang berlebihan.
Remaja yang hadir juga diingatkan untuk melengkapi surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan tidak bermain ponsel saat berkendara. Menurut AIPDA Paino, kepatuhan terhadap aturan adalah tanggung jawab sosial, bukan sekadar kewajiban hukum.
Kasi Humas Polres Pagaralam Iptu Mansyur menilai pendekatan persuasif seperti ini lebih efektif untuk menyentuh kesadaran remaja. Menurutnya, penindakan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pembentukan budaya tertib sejak dini.
“Kami mengimbau kepada seluruh generasi muda agar sayang terhadap diri sendiri dan masa depan. Hindari balapan liar, patuhi peraturan lalu lintas, jadilah pengguna jalan yang tertib,” tegas Iptu Mansyur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif Satlantas Polres Pagaralam dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia remaja. Di tengah maraknya tren kebut-kebutan, pendekatan edukatif dinilai menjadi cara efektif untuk menyentuh kesadaran generasi muda agar lebih menghargai keselamatan dan masa depan mereka sendiri.