MUSI RAWAS UTARA — Dugaan penyebab kebakaran dalam kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki mulai mengerucut. Wakapolda Sumsel, Rony Samtana, menyebutkan sumber api diduga kuat berasal dari tangki minyak truk yang bertabrakan dengan bus.
Meski demikian, kepolisian menegaskan penyebab teknis kebakaran masih memerlukan pendalaman. Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri bersama Polda Sumsel masih melakukan investigasi di lapangan untuk memastikan asal mula percikan api dan ledakan dahsyat.
Berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa nahas itu bermula saat bus ALS berpindah jalur ke kanan untuk menghindari jalan berlubang. Dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki sehingga tabrakan tidak dapat dihindari dan langsung memicu ledakan besar.
Peristiwa yang terjadi pada 6 Mei 2026 ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 19 orang dilaporkan meninggal di lokasi kejadian akibat benturan keras dan kebakaran yang melahap kedua kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Maesa Soegriwo, mengungkapkan penyidik tengah menelusuri kronologi perjalanan bus ALS secara detail. Termasuk menelusuri titik penjemputan penumpang berdasarkan keterangan saksi selamat bernama Fadli yang merupakan kernet bus ALS.
Selain menyelidiki sumber ledakan, polisi mendalami aspek kelayakan kendaraan serta jenis dan jumlah muatan barang yang dibawa truk tangki. Pemeriksaan terhadap dokumen kendaraan dan surat izin mengemudi sopir juga tengah dilakukan sebagai bagian dari penyidikan.
Kepolisian membuka kemungkinan adanya tersangka dalam kasus kecelakaan maut ini. Proses penyidikan akan dilakukan bersama dengan pihak kejaksaan untuk memastikan tidak ada unsur pidana yang terlewat, termasuk kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar.
Hingga berita ini diturunkan, tim TAA masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan barang bukti dan merekonstruksi kejadian. Polda Sumsel berjanji akan merilis hasil investigasi secara transparan begitu proses pendalaman selesai dilakukan.