JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan ini dengan tekanan berat. IHSG langsung jatuh ke zona merah sejak sesi preopening, di mana indeks sudah turun 94,344 poin (1,40 persen) ke 6.628,976. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang masih membayangi pelaku pasar.
Di pasar valuta asing, tekanan terhadap rupiah tak kalah signifikan. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS melemah 33 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp 17.630. Pelemahan ini menambah deretan panjang tekanan terhadap mata uang Garuda dalam beberapa pekan terakhir.
Tekanan di pasar saham Indonesia sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang mayoritas tertekan. Berikut pergerakan indeks utama Asia pagi ini:
Hanya bursa China yang mencatatkan penguatan, meski tipis. Sisanya kompak melemah, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi global yang masih suram.
Pelaku pasar kini menanti data ekonomi domestik dan kebijakan Bank Indonesia selanjutnya untuk mencari arah pergerakan. Tekanan terhadap rupiah dan IHSG diprediksi masih akan berlanjut jika sentimen eksternal tidak kunjung membaik.