BKSDA Sumsel Turun ke Musi Rawas Usai Beruang Serang Petani, Korban Luka Parah di Kepala

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Senin, 18 Mei 2026 | 13:39:01 WIB
Petugas BKSDA Sumsel melakukan pengecekan lokasi serangan beruang di Musi Rawas.

MUSI RAWAS — Insiden serangan beruang terhadap warga terjadi di Dusun I, Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas, pada Minggu (17/5) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban bernama Ari Junaidi (48), seorang petani asal Dusun I Kertayasa, menderita luka parah di bagian kepala usai diserang hewan liar tersebut.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, menyatakan pihaknya akan segera menurunkan petugas ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut. “Petugas kami akan cek ke lokasi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (18/5).

Kronologi Serangan di Kebun

Informasi yang dihimpun dari pihak desa, korban tiba-tiba diserang saat sedang berada di kebun. Ari sempat berusaha melarikan diri sambil berteriak meminta tolong, namun beruang berhasil mengejar dan melukainya.

Petani lain yang berada di lokasi kemudian berdatangan dan mengusir beruang tersebut. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

BKSDA Imbau Warga Tidak Melukai Satwa

Yusmono mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan kebun atau dekat hutan, agar meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga tidak melakukan tindakan yang bisa memicu agresivitas satwa liar.

“Kami menghimbau masyarakat agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di kebun. Kalau bertemu beruang jangan didekati,” katanya.

Ia menegaskan bahwa beruang merupakan satwa yang dilindungi undang-undang. Warga tidak diperbolehkan melukai, menangkap, apalagi membunuh hewan tersebut. “Beruang adalah satwa dilindungi, tidak boleh dilukai, ditangkap apalagi dibunuh,” tegas Yusmono.

Langkah Selanjutnya dari BKSDA

Tim BKSDA Sumsel dijadwalkan tiba di Desa Ciptodadi dalam waktu dekat untuk mengecek kondisi di lapangan. Mereka juga akan berkoordinasi dengan aparat desa dan warga sekitar untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Keberadaan beruang liar di pemukiman atau area kebun warga kerap dipicu oleh menyusutnya habitat alami. Warga diimbau segera melapor jika kembali melihat satwa tersebut berkeliaran di sekitar permukiman.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: linggaupos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top