MUARA ENIM — Sumur pengembangan (development well) bernama LBK-030 atau LKT-24 ini berlokasi di Struktur Lembak yang dikelola PEP Prabumulih Field. Berdasarkan uji alir awal (initial flow test) pada 9 Mei 2026, sumur tersebut menghasilkan aliran minyak murni dengan water cut 0 persen. Angka ini menjadi indikator kualitas reservoir yang sangat baik.
Dari serangkaian Multi Rate Test yang dilakukan, PEP Zona 4 memproyeksikan produksi optimum sumur LBK-030 mencapai 718 BOPD pada bukaan bean 9 mm. Angka ini menjadi dasar perencanaan produksi harian sumur tersebut ke depan. General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari inovasi teknis pengeboran yang konsisten diterapkan tim.
“PEP Zona 4 terus melakukan pengembangan potensi sumber-sumber energi baru. LBK-030 menjadi cerminan keseriusan perusahaan untuk berkontribusi mencapai target produksi nasional,” kata Djudjuwanto dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (18/5).
Proses pengeboran sumur LBK-030 tidak hanya berorientasi pada hasil produksi. Operasi di sumur ini tercatat mencapai 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan (Zero Accident) sejak tajak. Senior Manager Subsurface Development and Planning Reza Nur Ardianto menegaskan bahwa pencapaian ini tidak membuat tim berpuas diri.
“Keberhasilan pengembangan sumur LBK-030 tidak membuat kami berpuas diri. PEP Zona 4 akan terus melanjutkan upaya pengembangan dan optimasi produksi secara berkelanjutan,” ucap Reza.
Pasca uji alir, tim akan melakukan pressure build up (PBU) test untuk memastikan kemenerusan reservoir. Dua sumur lain di sekitar LBK-030 sudah masuk dalam rencana pengembangan tahun ini, yaitu LKT-02 pada Mei 2026 dan LKT-23 pada kuartal III 2026.
Sumur LBK-030 merupakan sumur kelima dari pengembangan struktur interfield antara Lembak Kemang dan Tapus. Keberhasilan ini akan berkontribusi langsung pada target produksi PEP Prabumulih Field tahun 2026 yang dipatok sebesar 9.519 BOPD dan 99 MMSCFD. Sebelumnya, PEP Zona 4 juga sukses mengembangkan sumur TMB-028 di Struktur Tanjung Miring Barat, Kabupaten Muara Enim, dengan kapasitas produksi 369 BOPD.
Proses pengeboran sumur ini tidak lepas dari dukungan para pemangku kepentingan. Sosialisasi pengeboran yang dilakukan tim Relations PHR Zona 4 pada 3 Maret 2026 mendapat respons positif dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Seluruh operasi PEP Zona 4 di wilayah Sumatera Selatan berada di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
PHR Regional Sumatra Zona 4 sendiri mengelola tujuh wilayah kerja yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di Sumatera Selatan, termasuk Muara Enim, Prabumulih, dan Palembang.