Modus Tahanan Kabur di OKU: Kawat Dibawa ke Sidang, Motor dan Rental Mobil Disiapkan, Satu Ditangkap

Penulis: Nasrul Effendi  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 10:32:06 WIB
Tahanan narkotika kabur dengan membuka borgol menggunakan kawat saat sidang di OKU.

BATURAJA — Tersangka Anuar Safri (39) diringkus di Desa Muara Penimbung, Ogan Ilir, pada Rabu (20/5/2026). Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menyebut, pria asal Desa Sekar Jaya itu langsung diserahkan ke Kejari OKU keesokan harinya untuk diproses lebih lanjut.

Penangkapan ini mengungkap jaringan bantuan yang memuluskan pelariannya. Polisi menemukan fakta bahwa Anuar tidak bergerak sendirian.

Kawat Jadi Kunci Kaburnya Tiga Tahanan

Peristiwa kaburnya para tahanan bermula saat mereka hendak dikembalikan ke Rutan Baturaja usai sidang, sekitar pukul 17.00 WIB. Ketiganya—HF (50), AS (39), dan NA (38)—terlibat kasus narkotika dan dalam kondisi tangan terborgol di dalam mobil tahanan.

Tanpa sepengetahuan petugas pengawal, mereka telah menyiapkan sepotong kawat. Dengan alat sederhana itu, borgol berhasil dibuka. Begitu pintu mobil dibuka di halaman rutan, satu per satu tahanan melompat keluar dan melarikan diri.

"Petugas pengawal sempat melakukan penangkapan, namun terjadi perlawanan dari para tahanan yang menyebabkan dua orang petugas mengalami luka-luka," ujar Kasi Intelijen Kejari OKU Hendri Dunan.

Jaringan Pelarian: Motor hingga Rental Mobil

Kapolres Endro mengungkapkan, pelarian Anuar Safri mendapat bantuan dari pihak lain yang sudah menyiapkan kendaraan sepeda motor. Dari lokasi kabur, Anuar langsung tancap gas menuju Desa Bunglai, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU.

Di desa itu, ia merental mobil warga setempat untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Muara Penimbung, Ogan Ilir. Di sanalah ia bersembunyi dari kejaran petugas selama hampir satu bulan.

"Selain menangkap terdakwa Anwar Safri, polisi juga mengamankan orang yang membantu dalam pelarian berinisial F," tegas Kapolres.

Dua Tahanan Masih Buron

Hingga berita ini diturunkan, dua tahanan lainnya, HF dan NA, masih dalam pengejaran. Pihak kepolisian belum merinci langkah pencarian lebih lanjut, namun koordinasi dengan Kejari OKU terus dilakukan untuk mengantisipasi pelarian serupa di masa mendatang.

Reporter: Nasrul Effendi
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top