PALEMBANG — Gangguan listrik yang melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatera sejak Jumat petang langsung berdampak pada infrastruktur telekomunikasi. Tanpa pasokan daya dari PLN, ribuan menara BTS (Base Transceiver Station) otomatis kehilangan sumber energi utama, membuat kualitas sinyal menurun drastis di wilayah terdampak.
PLN mengonfirmasi bahwa penyebab utama pemadaman massal ini adalah gangguan teknis pada sistem transmisi dan pembangkit listrik. Gangguan pada jaringan 150 kV menyebabkan aliran daya ke berbagai daerah terputus secara mendadak dan serentak. Wilayah yang paling terasa dampaknya meliputi Provinsi Riau, Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Lampung, Sumatera Barat, hingga sebagian Sumatera Selatan.
VP Area Network Operations Sumatera Telkomsel, Nizar Fuadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengalami penurunan kualitas layanan di area Sumatera Bagian Utara, Tengah, hingga Selatan. “Kami terus berupaya memaksimalkan sistem catu daya cadangan yang tersedia,” ujar Nizar dalam pernyataan resminya.
Langkah mitigasi yang dilakukan Telkomsel mencakup pengoperasian baterai cadangan di lokasi menara BTS dan penyiapan generator set (genset) di titik-titik prioritas. Tim teknis juga melakukan pemantauan jaringan secara berkala dan berkoordinasi intensif dengan PLN untuk mempercepat pemulihan daya.
Group Head Corporate Communication & Sustainability XL Axiata, Reza Mirza, menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang dialami pelanggan. Pihak XL telah mengerahkan tim teknis untuk memantau situasi dan mengaktifkan backup power di lokasi-lokasi strategis. Koordinasi dengan PLN terus dilakukan agar infrastruktur komunikasi dapat kembali beroperasi normal.
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melaporkan adanya pemulihan bertahap di beberapa titik. EVP Head of Circle Sumatra IOH, Agus Sulistio, mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemulihan ini. “Layanan dasar seperti telepon dan pesan singkat tetap menjadi prioritas utama kami,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis PLN masih bekerja di lapangan untuk menormalkan kembali sistem kelistrikan yang terpisah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghemat penggunaan daya pada perangkat komunikasi hingga situasi kembali stabil. Ketiga operator seluler berjanji akan terus memperbarui informasi pemulihan jaringan secara berkala melalui kanal resmi masing-masing.