SEKAYU — Antusiasme tinggi mewarnai program pelatihan migas gratis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Musi Banyuasin. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat mencatat, total 143 pendaftar telah mengajukan diri untuk memperebutkan kuota yang hanya tersedia untuk 20 peserta terbaik.
Program ini akan memberangkatkan para peserta ke Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu, Jawa Tengah. Seluruh biaya pendidikan hingga transportasi pulang-pergi Palembang–Cepu ditanggung penuh oleh negara.
Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet memberikan pesan keras kepada para calon peserta. Ia menegaskan bahwa industri migas hanya membutuhkan tenaga kerja profesional dan kompeten.
“Saya tegaskan kepada anak-anakku calon peserta pelatihan migas, andalkan kemampuan dan kapasitas diri kalian sendiri. Percayalah pada potensi diri, jangan pernah mengandalkan koneksi, keluarga, apalagi titipan orang dalam,” tegas Toha dalam keterangan resmi yang diterima di Sekayu.
Menurutnya, proses seleksi yang ketat merupakan cerminan dari standar dunia kerja migas. “Yang akan belajar dan meningkatkan keterampilan di Cepu adalah diri kalian sendiri. Begitu juga saat memasuki dunia kerja migas nanti, yang dinilai adalah kemampuan dan profesionalisme. Jika mampu dan kompeten, pasti lulus,” ujarnya.
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga AP mengapresiasi partisipasi pelamar perempuan yang mencapai 45 orang dari total 143 pendaftar. Sebagian besar dari mereka memilih jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas.
“Ini menunjukkan perempuan Muba siap bersaing secara kompetitif di industri migas yang selama ini identik dengan laki-laki,” ujar Herryandi. Ia menambahkan bahwa kompetisi ini dilaksanakan secara jujur, transparan, dan objektif tanpa toleransi terhadap ketidakdisiplinan peserta.
Dari total pendaftar, sebanyak 13 pelamar dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) setelah verifikasi administrasi. Rinciannya, 11 laki-laki dan 2 perempuan. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnakertrans Muba, Edison, merinci data per jurusan.
Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas menjadi yang paling diminati dengan 96 pelamar, terdiri dari 54 laki-laki dan 42 perempuan. Jurusan ini juga mencatat angka gugur administrasi tertinggi, yaitu 10 orang, karena standar kelayakan dokumen industri yang ketat.
Sementara itu, jurusan Pengukur Isi Tangki dan Hasil Olahan menjadi satu-satunya yang mencatat tingkat kelulusan administrasi sempurna. Seluruh 23 pelamar (20 laki-laki dan 3 perempuan) dinyatakan lolos ke tahap berikutnya. Adapun jurusan Operasi Pesawat Angkat, Angkut, dan Juru Ikat Beban (Rigger) diikuti 24 pelamar dengan 3 orang TMS.
Edison mengumumkan bahwa seleksi tertulis berupa tes matematika dan tes buta warna akan digelar pada Senin, 25 Mei 2026. Lokasi ujian bertempat di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sekayu, samping Poltek Sekayu, Jalan Kolonel Wahid Udin Lk II Kelurahan Kayuara.
Pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 08.00 WIB untuk nomor berkas 001–072, dan sesi kedua pukul 10.00 WIB untuk nomor berkas 073–143. Seluruh peserta diwajibkan hadir di lokasi paling lambat pukul 07.30 WIB dengan mengenakan pakaian bebas pantas (kemeja atau kaos berkerah) dan bersepatu, serta membawa tanda terima berkas dan alat tulis berupa ballpoint hitam.
“Proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan untuk memastikan peserta yang lolos benar-benar memenuhi standar industri migas. Bagi yang belum memenuhi syarat jangan berkecil hati, tetap semangat dan persiapkan diri untuk kesempatan berikutnya,” pungkas Edison.