PALEMBANG — Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang memimpin langsung rapat penyelarasan pembangunan Tol Kapal Betung dan Tol Trans Sumatera di Gedung HK Tower, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Pembahasan difokuskan pada detail teknis crossing box utility yang dinilai krusial untuk kelancaran konstruksi dan menghindari potensi molornya proyek.
"Pembahasan mengenai crossing box utility menjadi aspek penting untuk mendukung keberlangsungan pembangunan jalan tol tersebut," tegas Cik Ujang dalam sambutannya.
Hingga April 2026, PT Hutama Karya selaku kontraktor melaporkan progres pengadaan lahan Tol Palembang–Betung telah mencapai 87,45 persen. Sementara itu, progres konstruksi secara keseluruhan sudah menembus angka 81,99 persen dari total panjang ruas 69,2 kilometer.
Ruas tol ini nantinya akan menjadi kelanjutan dari Jalan Tol Kayu Agung–Palembang yang sudah beroperasi. Kehadirannya diharapkan memperkuat konektivitas wilayah Sumatera Selatan dengan Provinsi Jambi, sekaligus mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Proyek yang membentang dari Palembang menuju Betung ini terbagi dalam tiga segmen utama dengan capaian berbeda:
Segmen Pangkalan Balai–Betung masih menjadi catatan karena progres konstruksinya paling rendah di antara segmen lainnya, yakni baru 57,17 persen.
Demi memastikan percepatan di lapangan, Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, bersama Plt. Executive Vice President (EVP) Divisi Pembangunan Jalan Tol Dwi Aryono Bayuaji dan jajarannya, telah meninjau langsung lokasi proyek pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengawasan ketat agar target penyelesaian tidak molor.
Ke depan, ruas Tol Palembang–Betung akan menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah di Sumatra bagian selatan, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.