LUBUK LINGGAU — Ratusan warga memadati Lapangan Merdeka sejak pagi untuk mengikuti Bazar Murah yang digelar Bank Sumsel Babel Cabang Lubuk Linggau. Mereka antre mendapatkan kupon potongan harga sebelum membeli paket sembako dan beras yang dijual di lokasi.
Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Lubuklinggau, Rianda Pratama, mengatakan pihaknya menyediakan 1.000 kupon potongan harga senilai Rp10 ribu per kupon. Kupon itu bisa digunakan untuk membeli paket sembako maupun beras di area pasar murah.
Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi, menjelaskan ada pengecualian dalam penggunaan kupon tersebut. “Kecuali beras, karena beras tersebut sudah disubsidi pemerintah,” katanya di sela-sela pembukaan acara.
Artinya, warga tetap bisa memanfaatkan potongan Rp10 ribu untuk membeli paket sembako lain seperti minyak goreng, gula, atau tepung. Sedangkan untuk beras, harganya sudah ditekan melalui subsidi dari pemerintah pusat.
Pantauan di lokasi, warga tampak antusias sejak acara dimulai. Mereka berdatangan dari berbagai kelurahan di Lubuk Linggau untuk mendapatkan sembako murah.
“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi, semoga bisa terus kita laksanakan untuk membantu masyarakat,” pungkas Rustam.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau Medholine Sapta Windu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan H Tegi Bayuni, Kadistan Hj Dwi Eri Yanti, serta perwakilan Kodim 0406 dan Polres Lubuk Linggau.
Rianda Pratama yang didampingi Wakil Pemimpin Cabang Joko Tri Sutrisno menyebut bazar ini bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan. Tujuannya membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasa terjadi menjelang hari besar keagamaan.
“Kupon potongan harga yang tertera dalam kupon dapat digunakan masyarakat untuk membeli paket sembako maupun beras yang tersedia di area Pasar Murah Lapangan Merdeka,” ujar Rianda.
Bank Sumsel Babel berencana menggelar kegiatan serupa di titik-titik lain di Lubuk Linggau jika antusiasme warga terus tinggi. Pemkot Lubuk Linggau pun mendukung penuh program ini sebagai bagian dari stabilisasi harga pangan daerah.