SUMATERA SELATAN — Persib memastikan gelar Super League 2025/2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Hasil itu membuat Maung Bandung mengoleksi 79 poin, unggul head-to-head atas Borneo FC yang menang 7-1 atas Malut United di laga lain.
Sebelum Bojan Hodak, Teco justru mencatatkan tiga gelar beruntun lebih dulu. Bedanya, Teco meraihnya bersama dua klub: Persija Jakarta dan Bali United.
Semua dimulai saat Teco membawa Persija juara Liga 1 2018. Setelah itu ia pindah ke Bali United dan langsung juara Liga 1 2019. Kompetisi 2020 sempat ditiadakan karena pandemi, namun Bali United kembali menjadi kampiun pada Liga 1 2021/2022.
Rentetan itu menjadikan Teco pelatih pertama di Indonesia yang meraih tiga gelar liga secara beruntun, meski harus berganti tim di tengah jalan.
Bojan Hodak punya cerita berbeda. Pelatih asal Kroasia itu meraih tiga trofi secara berturut-turut hanya bersama Persib: Liga 1 2023/2024, 2024/2025, dan Super League 2025/2026.
Keberhasilan musim ini sekaligus melengkapi total koleksi trofi Persib menjadi lima gelar sejak era Liga Indonesia — sebelumnya Persib juara pada 1994/1995 dan Liga Super Indonesia 2014. Secara keseluruhan, Maung Bandung kini mengoleksi 10 trofi juara sepanjang sejarah kompetisi kasta tertinggi nasional.
Catatan ini juga menempatkan Persib sebagai tim pertama di era profesional yang mampu mempertahankan dominasi hingga tiga musim berturut-turut.
Pencapaian Teco dan Bojan Hodak menunjukkan bahwa hattrick gelar juara di Liga Indonesia bukan hal mustahil. Namun keduanya mengambil jalur berbeda: Teco melalui perpindahan klub, Bojan Hodak dengan membangun dinasti di satu tim.
Terlepas dari perbandingan itu, Persib kini menikmati masa keemasan. Dengan fondasi skuad yang solid dan tangan dingin Bojan Hodak, bukan tidak mungkin rentetan gelar ini masih akan berlanjut.