Surplus Pangan Nasional Capai Jutaan Ton, BRN Sumsel Dorong Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi di Bumi Sriwijaya

Penulis: Burhanuddin Yahya  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 17:58:01 WIB
Surplus pangan nasional mencapai jutaan ton, dorong penguatan koperasi desa sebagai motor ekonomi.

PALEMBANG — Rapor hijau pangan Indonesia menunjukkan angka yang mengesankan. Data terbaru mencatat, surplus minyak goreng melimpah hingga 3,55 juta ton, gula konsumsi surplus 595 ribu ton, dan telur ayam surplus 349 ribu ton yang kini mulai membanjiri pasar Singapura dan Malaysia. Namun, BRN Sumsel mengingatkan agar euforia ekspor ini tidak membuat distribusi di dalam negeri terabaikan.

Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Swasembada

BRN Sumsel menekankan bahwa sinergi antara pusat, daerah, dan elemen sipil adalah kunci agar program Asta Cita tidak mandek sebagai jargon politik. “Kita surplus beras, jagung, sampai telur dan daging ayam. Bahkan kita sudah mampu mendikte pasar ekspor. Ini bukti nyata tanah kita kaya, bukan isapan jempol,” tegas Ki Edi Susilo, Sekretaris DPD BRN Provinsi Sumatera Selatan.

Ki Edi menambahkan, dari Sumatera Selatan, pihaknya berdiri paling depan untuk mengawal Koperasi Desa Merah Putih. “Kami pastikan koperasi di wilayah kami bukan sekadar penonton, tapi menjadi motor penggerak utama yang menyerap hasil bumi lokal dan mengeksekusi swasembada ini secara riil,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Palembang.

Blueprint Kedaulatan Pangan Mulai Tunjukkan Hasil

Pelepasan komoditas ke pasar global oleh Kementerian Pertanian dinilai sebagai bukti sahih bahwa tata kelola sumber daya alam dalam Asta Cita berjalan di jalur yang semestinya. Lonjakan surplus ini tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas atau sekadar komoditas pemburu devisa. BRN Sumsel mendorong agar melimpahnya stok pangan menjadi momentum emas untuk memerdekakan ekonomi masyarakat arus bawah.

Menurut Ki Edi, data dari Kementan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah tidak bisa didebat lagi. Surplus beras dan jagung yang terjadi secara konsisten harus mampu dirasakan langsung oleh petani dan warga desa. “Dari halaman rumah desa-desa di Bumi Sriwijaya, sistem ekonomi yang berdaulat harus mengakar kuat,” katanya.

Distribusi Dalam Negeri Jangan Terlupakan

Meski optimisme ekspor menguat, BRN Sumsel mengingatkan pentingnya keadilan distribusi di dalam negeri. Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi simpul utama yang menghubungkan hasil panen petani dengan pasar, serta menjaga stabilitas harga di tingkat lokal. Pengawalan ketat elemen sipil dinilai krusial agar program ini berjalan sesuai sasaran.

Ke depan, BRN Sumsel berkomitmen mengawal implementasi di lapangan, memastikan setiap desa di Sumatera Selatan memiliki akses terhadap jaringan distribusi pangan yang adil dan berkelanjutan. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat pangan, bukan sekadar pemain ekspor komoditas mentah.

Reporter: Burhanuddin Yahya
Sumber: coganews.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top