Warga OKU Sulap Embung Desa 2.000 Meter Jadi Sumber Cuan Rp 25 Juta Per Bulan, PHE Ogan Komering Beri Dukungan PLTS

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:21:00 WIB
Warga Desa Makartitama mengelola embung seluas 2.000 meter menjadi sumber pendapatan Rp 25 juta per bulan.

BATURAJA — Erliyanto (48) awalnya hanya punya mimpi sederhana: embung di kampungnya tidak sekadar jadi genangan air. Ia ingin lahan itu berubah jadi sumber penghidupan bagi warga Desa Makartitama, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Gagasan itu mulai terwujud sejak 2024 saat PHE Ogan Komering Field, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4, merespons rencana budidaya ikan air tawar yang diajukan Erliyanto. Perusahaan hulu migas yang sudah mendampingi desa ini sejak 2022 itu lantas memberikan bantuan sarana prasarana.

Dari Kolam Ikan hingga Wisata Pancing

Kolam yang semula hanya genangan air kini diisi ribuan bibit lele, patin, dan nila. Tak berhenti di situ, warga juga mengembangkan kawasan itu menjadi destinasi wisata pemancingan. "Saya ingin embung ini bukan hanya bermanfaat untuk hari ini, melainkan juga untuk masa depan melalui pengelolaan potensi desa secara bersama-sama," ujar Erliyanto di OKU, Selasa.

Pendampingan dari PHE Ogan Komering tidak hanya soal bantuan fisik. Warga setempat juga dibekali pelatihan jurnalisme warga dan manajemen usaha agar kelompok pengelola bisa mandiri. Hasilnya, mereka kini bahkan memproduksi pakan ikan sendiri dari maggot untuk menekan biaya operasional.

Omzet Rp 25 Juta dan Kontribusi ke Kas Desa

Kini, dari pengelolaan budidaya ikan dan taman wisata pemancingan, kelompok mampu mengantongi pendapatan Rp 25 juta per bulan. Sebagian dari hasil itu rutin disetorkan sebagai pendapatan asli desa untuk pembangunan Makartitama.

Untuk menekan biaya listrik, PHE Ogan Komering juga menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 10 kWh. Energi surya ini dipakai untuk penerangan, pompa air, aerator, hingga mesin pendingin. Hasilnya, biaya operasional pengelola bisa terpangkas Rp 850 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan.

Target Lepas Mandiri pada 2026

Program pemberdayaan ini direncanakan memasuki tahap pelepasan (exit program) pada akhir 2026. Masyarakat diharapkan sudah benar-benar mandiri mengelola potensi lingkungan secara berkelanjutan tanpa pendampingan perusahaan.

Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan inisiatif warga Makartitama menjadi inspirasi bagi perusahaan. "Kami percaya potensi desa yang dikelola bersama masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan baru yang berkelanjutan," kata Iwan.

Sebagai informasi, PHR Regional Sumatra Zona 4 merupakan Subholding Upstream Pertamina yang mengoperasikan tujuh wilayah kerja hulu migas di bawah koordinasi SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Wilayah itu meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top