PALEMBANG — Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, menyatakan kenaikan permintaan menjelang hari besar keagamaan adalah siklus tahunan yang normal. Namun, ia mengingatkan agar konsumen tetap berbelanja bijak dan tidak menimbun barang.
“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu panic buying, bahan pangan tersedia cukup,” kata Henny di Palembang, Senin.
Henny memastikan tidak ada gangguan pada produksi pangan daerah. Cuaca ekstrem yang kerap memicu gagal panen di beberapa wilayah tahun lalu, menurutnya, tidak terjadi di Sumsel saat ini.
“Tidak ada gagal panen dan jalur distribusi juga lancar, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” ujarnya.
Komoditas yang dipantau ketat meliputi beras, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan daging sapi. Seluruhnya dipasok dari petani lokal dan distributor di Sumsel.
Meski stok aman, Henny mengakui harga pangan tetap berpotensi naik secara wajar seiring meningkatnya permintaan pasar. Faktor distribusi dari sentra produksi ke pasar tradisional juga menjadi perhatian.
Pemprov Sumsel telah berkoordinasi dengan Bulog dan Satgas Pangan untuk menjaga stabilitas harga. Operasi pasar akan digelar jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di atas harga eceran tertinggi (HET).
Masyarakat diimbau membeli kebutuhan pokok sesuai rencana harian atau mingguan, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Belanja berlebihan hanya akan memicu kelangkaan buatan dan merugikan konsumen lain.
“Belanja secukupnya, jangan ikut-ikutan panic buying. Stok kita cukup untuk semua,” tegas Henny.
Pemprov juga meminta pedagang pasar tidak menaikkan harga secara spekulatif. Tim pengawas akan turun ke lapangan mulai pekan depan untuk memantau harga di 17 kabupaten/kota.