PRABUMULIH — Keberhasilan pengeboran sumur TLJ-A38 menjadi angin segar bagi upaya peningkatan produksi migas nasional dari lapangan-lapangan tua yang sudah berproduksi puluhan tahun. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut capaian ini tidak lepas dari inovasi data bawah permukaan yang dilakukan secara matang.
Pengeboran sumur TLJ-A38 menargetkan reservoir pada lapisan TAF-C. Sumur ini dikomplesi pada kedalaman 1.544 hingga 1.546,5 meter measured depth (mMD), lebih dalam dari sumur referensi sebelumnya, TLJ-258.
Lokasi sumur berada di antara Struktur Talang Jimar Tengah yang sudah berproduksi dengan Struktur Prabumulih Barat. Posisi strategis ini menjadi kunci sukses pengeboran karena memanfaatkan data seismik 3D Talang Jimar yang telah melalui proses reproses atau rejuvenasi data.
Djoko menjelaskan, penentuan titik sumur atau well positioning didasarkan pada hasil reproses seismik 3D Talang Jimar. Metode ini memungkinkan tim geologi dan geofisika melihat struktur bawah permukaan secara lebih akurat.
“Keberhasilan ini membuka peluang pengembangan lapangan di area kompartemen Talang Jimar Barat,” ujar Djoko dalam keterangan resmi, Kamis (28/5).
Ia menambahkan, langkah selanjutnya adalah evaluasi bean performance untuk mengoptimalkan produksi sebelum minyak dialirkan menuju stasiun pengumpul minyak (SPM).
Uji produksi alami atau Net Natural Open Flow yang dilakukan pada 27 Mei 2026 menunjukkan hasil positif. Selain produksi minyak tembus 3.176,8 BOPD, kadar air yang sangat rendah—hanya 0,1 persen—menandakan kualitas reservoir yang masih prima.
Djoko mengapresiasi kerja keras tim Pertamina di lapangan. “Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman Pertamina dan doa kita semua dikabulkan Allah, bahwa pengeboran Infill Drilling Sumur TLJ-A38 berhasil mendapatkan fluida minyak dan gas bumi,” katanya.
Keberhasilan ini, menurut Djoko, sekaligus menjadi bukti bahwa kemampuan sumber daya manusia industri migas nasional tidak perlu diragukan. “Terbukti bahwa kemampuan para engineer SDM dan kepemimpinan yang cepat mengambil keputusan di lapangan, yang terus bekerja dengan keyakinan dan semangat tinggi menjadi kunci yang sangat menentukan keberhasilan menaikkan produksi minyak dan gas,” jelasnya.
Sumur TLJ-A38 menjadi sumur infill drilling terbaru di area Talang Jimar yang selama ini menjadi salah satu andalan produksi Pertamina di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Keberhasilan ini diharapkan bisa mendorong kegiatan pengeboran serupa di blok-blok migas existing lainnya.