PALEMBANG — Hari ini, Kamis (28/5/2026), menjadi hari terakhir Masa Sanggah Jalur Afirmasi PPDB SMP Negeri se-Kota Palembang. Data portal resmi spmb.palembang.go.id menunjukkan lonjakan pendaftar signifikan, mencapai 119,24 persen dari total kuota yang disediakan.
Dinas Pendidikan menyediakan 5.110 kursi. Namun, berkas pendaftar yang masuk tembus 6.093 orang. Selisih hampir 1.000 calon siswa menjadikan persaingan jalur afirmasi tahun ini paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Seleksi tahap pertama ini telah melalui rangkaian panjang: pendaftaran mandiri pada 17-21 Mei, verifikasi berkas oleh sekolah, hingga pengumuman hasil pada 25 Mei lalu.
Bagi orang tua yang anaknya terkena eliminasi di jalur afirmasi, Dinas Pendidikan mengimbau segera mengalihkan fokus ke Jalur Domisili (Zonasi), Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua (Mutasi), dan Jalur Prestasi. Ketiga jalur ini dibuka serentak pada 8 Juni 2026 melalui situs resmi yang sama.
Berikut jadwal lengkap Tahap II PPDB SMP Negeri Palembang 2026 yang wajib dicatat:
Jalur Domisili diprediksi menjadi jalur dengan ledakan pendaftar terbesar. Namun, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan banyak berkas ditolak otomatis oleh sistem akibat masalah administrasi kependudukan. Dinas Pendidikan menerapkan aturan ketat untuk mengantisipasi kecurangan "titip nama" di Kartu Keluarga (KK).
Aturan paling krusial: masa berlaku KK. Domisili calon peserta didik wajib didasarkan pada alamat KK yang diterbitkan paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran. Artinya, KK harus sudah terbit sebelum Juni 2025.
Jika ada perubahan data KK dalam kurun kurang dari satu tahun—misalnya anggota keluarga meninggal, pindah, atau lahir—orang tua wajib melampirkan fotokopi KK lama atau Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian sebagai bukti pelengkap masa tinggal. Nama orang tua yang mendaftarkan anak di sistem harus sama persis dengan yang tercantum pada Akta Kelahiran anak dan KK.
Pemkot Palembang menggunakan sistem koordinat otomatis untuk menghitung jarak tempat tinggal dari titik rumah menuju sekolah tujuan. Jika data tidak sesuai, sistem langsung menggugurkan berkas. Orang tua diminta tidak menunggu hingga detik-detik terakhir pendaftaran dan segera memeriksa validitas dokumen kependudukan mulai sekarang.