PALEMBANG — Polda Sumsel menggelar aksi sosial dengan mengirimkan 579 ekor hewan kurban ke titik-titik paling ujung di wilayah hukumnya. Hewan kurban itu terdiri dari sapi dan kambing yang disebar ke 17 kabupaten/kota, dengan prioritas utama daerah pedalaman yang aksesnya sulit dijangkau.
Distribusi tidak merata. Sebagian besar hewan kurban dialokasikan ke kecamatan-kecamatan yang masuk kategori 3T (tertinggal, terdepan, terluar) di Sumsel. Di Kabupaten Musi Banyuasin, misalnya, bantuan dikirim ke desa-desa di Kecamatan Lais dan Sungai Lilin yang selama ini jarang mendapat kiriman hewan kurban dari luar.
“Kami sengaja memilih lokasi yang jauh dari pusat kota. Warga di sana tidak punya akses mudah membeli sapi atau kambing. Ini bentuk kehadiran negara,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel dalam keterangan resmi.
Pendistribusian dilakukan secara bertahap. Pertama, hewan dikumpulkan di posko induk Polda Sumsel di Palembang. Setelah diperiksa kesehatannya oleh tim dokter hewan, sapi dan kambing diangkut menggunakan truk bak terbuka ke masing-masing polres.
Dari polres, personel Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa-desa langsung mengantarkan hewan kurban ke masjid atau musala setempat. Warga kemudian bergotong royong menyembelih dan membagikan dagingnya.
Total 579 ekor itu terdiri dari 127 sapi dan 452 kambing. Setiap ekor sapi diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan daging untuk 40 hingga 50 kepala keluarga, sementara kambing untuk 10 hingga 15 KK. Jika dihitung kasar, bantuan ini menjangkau lebih dari 10.000 jiwa di seluruh Sumsel.
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, misalnya, satu ekor sapi dikirim ke Desa Sinar Harapan yang hanya bisa diakses melalui jalan tanah berbatu. Warga setempat mengaku baru pertama kali menerima hewan kurban dari institusi kepolisian.
Polda Sumsel berencana menjadikan program ini sebagai agenda tahunan. Ke depan, mereka akan memetakan kembali desa-desa yang benar-benar belum tersentuh bantuan kurban dari pemerintah atau lembaga sosial lainnya. Data dari Bhabinkamtibmas di laparan akan menjadi acuan utama.
“Kami tidak ingin bantuan hanya berhenti di kota. Tahun depan, targetnya lebih banyak lagi kampung di pedalaman yang bisa kami jangkau,” tambah Kabid Humas.