PALEMBANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat ada tiga wilayah yang terdampak karhutla dalam sepekan terakhir, yakni Muratara, Muba, dan Banyuasin. Kebakaran terdeteksi pada Rabu (27/5/2026) melalui patroli udara rutin yang dilakukan di kawasan rawan karhutla.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan pemadaman menjadi prioritas di Muratara dan Muba karena titik api dinilai rawan meluas. “Hasil patroli udara menemukan adanya titik kebakaran di tiga wilayah Sumsel. Untuk Muratara dan Muba menjadi prioritas pemadaman karena api berpotensi membesar,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Di Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran terjadi di wilayah Sungai Keruh dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar dua hektare. Tim udara mengerahkan helikopter water bombing yang melakukan 36 kali penyiraman dari udara untuk memadamkan api.
Meski demikian, hingga proses pemadaman selesai dilakukan, sebagian titik api di lokasi tersebut masih belum sepenuhnya padam. Tim satgas darat terus melakukan pendinginan dan pemantauan di area kebakaran.
Sementara itu, karhutla di wilayah Karang Dapo, Muratara, juga menghanguskan lahan seluas dua hektare. Proses pemadaman dilakukan menggunakan helikopter water bombing dengan total 24 kali penyiraman udara. “Untuk karhutla di Muratara saat ini sudah berhasil dipadamkan, sedangkan kondisi di Muba masih terus dipantau,” kata Sudirman.
Selain dua wilayah tersebut, kebakaran lahan juga terjadi di Banyuasin. Namun lokasi yang terbakar merupakan area persawahan sehingga penanganan dilakukan dengan skala berbeda.
BPBD Sumsel menyebut patroli udara terus dilakukan setiap hari guna memantau perkembangan titik api dan mencegah meluasnya karhutla memasuki musim kemarau. Saat ini Sumsel mendapat dukungan dua unit helikopter patroli dan tiga helikopter water bombing untuk mendukung operasi penanggulangan.
Di sisi lain, jumlah titik panas atau hotspot di Sumsel selama Mei 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding bulan sebelumnya. Hingga 27 Mei, tercatat sebanyak 316 hotspot terpantau di berbagai wilayah Sumsel. Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding April yang hanya mencapai 150 titik dan Maret sebanyak 107 titik.
Kondisi ini membuat petugas meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi karhutla yang lebih luas dalam beberapa pekan ke depan. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan sembarangan, terutama di area gambut dan semak belukar yang mudah terbakar saat kemarau.