Stok Beras Melimpah, Bulog Siapkan Gudang 7 Juta Ton dan Bangun 100 Fasilitas Baru

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:56 WIB
Bulog siapkan kapasitas gudang 7 juta ton untuk menyimpan gabah dan beras hasil panen petani.

SUMATERA SELATAN — Jakarta – Perum Bulog bersiap menghadapi musim panen raya tahun ini dengan memperluas kapasitas penyimpanan. Perusahaan pelat merah itu mengaku telah menyiapkan total kapasitas gudang mencapai 7 juta ton untuk menampung gabah dan beras yang diserap dari petani di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan langkah antisipasi ini diperlukan karena produksi petani terus berjalan. "Kalau kita antisipasi aja. Jadi kita antisipasi kalau yang namanya petani panen ini kan nggak bisa kita hentikan. Yang namanya petani sudah tanam kan mau nggak mau pasti harus kita serap," kata Rizal di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.

Serapan Tahun Lalu Melampaui Target

Keputusan memperbesar kapasitas gudang didorong oleh pengalaman pada 2025. Saat itu, Bulog awalnya ditarget menyerap 3 juta ton beras dari petani. Namun realisasinya melebihi angka tersebut, mencapai hampir 3,2 juta ton sepanjang musim panen.

Akibatnya, seluruh gudang milik Bulog yang berkapasitas sekitar 4 juta ton sudah penuh terisi. Untuk mengatasi kelebihan stok, perusahaan BUMN pangan itu terpaksa menyewa gudang-gudang milik pihak swasta guna menyimpan gabah setara beras yang terus mengalir dari petani.

Bangun 100 Gudang Baru agar Tak Lagi Sewa

Rizal menyebutkan, lonjakan stok beras menjadi indikasi positif meningkatnya produksi nasional sekaligus tingginya kepercayaan petani terhadap program penyerapan pemerintah. Untuk jangka panjang, Bulog tengah mempersiapkan pembangunan 100 gudang baru. Fasilitas ini nantinya tidak hanya digunakan untuk menyimpan beras, tetapi juga jagung sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.

"Supaya tidak perlu sewa gudang ke depan," ujar Rizal.

Dengan tambahan gudang baru, Bulog berharap biaya penyimpanan bisa ditekan dan penyerapan hasil panen petani berjalan lebih optimal tanpa hambatan ruang penyimpanan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sepanjang tahun.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top