IO Interactive dan Amazon MGM Studios mengumumkan pencapaian tersebut melalui siaran pers resmi beberapa hari setelah game dirilis. "Kami sangat senang mengumumkan bahwa 007 First Light telah mencapai 1,5 juta unit terjual dalam 24 jam pertama, menjadikannya judul dengan penjualan tercepat dalam sejarah IO Interactive," bunyi pernyataan tersebut. Angka ini sekaligus membungkam keraguan akan kemampuan game bermerek dagang besar untuk bersaing di tengah dominasi judul orisinal.
Pencapaian ini terbilang monumental mengingat Hitman adalah franchise andalan IO Interactive yang sudah mapan selama bertahun-tahun. Namun, 007 First Light datang dengan beban berbeda: nama James Bond yang melegenda. Seperti yang diingatkan oleh banyak pengamat, game ini hampir mustahil untuk tidak laris, mengingat basis penggemar 007 yang masif di seluruh dunia.
Meski begitu, data dari SteamDB menunjukkan puncak pemain bersamaan (all-time peak) hanya mencapai 68.477 orang. Angka ini relatif kecil untuk penjualan 1,5 juta kopi. Kemungkinan besar, mayoritas pembelian terjadi di platform konsol seperti PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch, yang memang menjadi basis utama pemain game aksi-petualangan.
Selain sukses secara komersial, 007 First Light juga menuai ulasan positif dari para kritikus. Game ini mencatat skor 88 di OpenCritic dan 87 di Metacritic. Di Steam, ulasan pengguna berada dalam kategori "sangat positif", menandakan bahwa kualitas gameplay sepadan dengan antisipasi yang melambung tinggi sebelumnya.
PC Gamer, yang belum merilis ulasan penuh karena menunggu kode review lebih lama, sebelumnya telah memberikan preview positif. "Jika Anda penasaran, Anda bisa melihat sekilas apa yang akan datang melalui preview 007 First Light," tulis mereka. Atau, bagi yang sudah yakin, game ini bisa langsung dibeli seharga £60 (sekitar Rp 1,2 juta) untuk versi standar.
Bagi gamer Indonesia, rekor ini menjadi indikator bahwa game dengan lisensi IP besar masih memiliki pasar yang sangat kuat. Meski tidak ada data spesifik penjualan di Indonesia, popularitas film James Bond di Tanah Air — yang selalu tayang di bioskop dan platform streaming — menjadi modal besar. Harga yang setara dengan game AAA lainnya membuatnya tetap kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan judul-judul baru lain yang dirilis di periode yang sama.
Dengan momentum ini, IO Interactive dan Amazon MGM Studios dipastikan akan terus mendukung game ini dengan konten tambahan. Pertanyaan selanjutnya adalah: apakah angka 1,5 juta ini hanya awal, atau akan melambat seiring waktu? Yang jelas, James Bond telah membuktikan bahwa pesonanya belum pudar, bahkan di era game modern.