JAKARTA — Kepastian ini disampaikan menyusul ramainya unggahan di platform media sosial yang mengaitkan iuran JKN dengan angka baru. Rizzky mengingatkan agar publik tidak mudah terpancing informasi yang tidak utuh.
Untuk peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri, rincian iuran per orang per bulan masih sama. Kelas I sebesar Rp150 ribu, Kelas II Rp100 ribu, dan Kelas III Rp42 ribu.
Khusus Kelas III, pemerintah memberikan bantuan iuran sebesar Rp7 ribu per orang per bulan. Dengan begitu, peserta mandiri kelas III hanya membayar Rp35 ribu setiap bulannya.
Rizzky memberikan ilustrasi untuk menunjukkan besarnya manfaat program ini. Operasi pemasangan ring jantung untuk satu pasien JKN, misalnya, bisa mencapai Rp150 juta.
“Bayangkan jika ada seseorang yang menabung dengan nominal uang yang sama seperti yang dibayarkan untuk iuran JKN, misalnya Rp35 ribu per bulan untuk kelas III. Jika kita menabung Rp35 ribu tiap bulan, butuh waktu 357 tahun supaya kita bisa membayar biaya operasi tersebut,” ujar Rizzky dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat.
Dengan skema gotong royong, biaya sebesar itu bisa ditanggung dari iuran 4.285 orang peserta kelas III lain yang sehat. Prinsip inilah yang membuat program ini tetap berjalan di tengah tekanan biaya kesehatan yang terus naik.
Pihak BPJS Kesehatan menyoroti tantangan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan. Inflasi sektor kesehatan, perkembangan teknologi medis, serta kenaikan harga obat dan alat kesehatan menjadi beban tersendiri.
Meski begitu, Rizzky menegaskan komitmen negara untuk menjaga iuran tetap terjangkau. “Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat, iuran JKN masih tetap sama selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa Program JKN dijaga agar tetap terjangkau, sehingga masyarakat tetap memiliki perlindungan kesehatan,” katanya.
Kepatuhan membayar iuran menjadi kunci utama keberlangsungan program. Selain menjaga status kepesertaan tetap aktif, masyarakat juga didorong menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah promotif dan preventif.
“Gotong royong adalah fondasi utama Program JKN. Karena itu, penting bagi seluruh peserta untuk menjaga kepesertaan tetap aktif sekaligus menjaga kesehatan agar manfaat program ini dapat terus dirasakan bersama,” ujar Rizzky.