Dolar AS Menguat, Gubernur Sumsel Herman Deru Sebut Ekonomi Daerah Tetap Tumbuh di Atas 5 Persen

Penulis: Nopriansyah Putra  •  Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:03:31 WIB
Gubernur Herman Deru memastikan pertumbuhan ekonomi Sumsel tetap di atas 5 persen meski dolar AS menguat.

PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan laju perekonomian daerah masih menunjukkan tren positif di tengah penguatan nilai tukar dolar AS. Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah provinsi, pertumbuhan ekonomi Sumsel mampu bertahan di atas angka lima persen.

“Fluktuasi nilai tukar tidak selalu membawa dampak negatif. Sebagian masyarakat merasakan dampak positifnya, seperti petani karet yang memperoleh harga jual lebih baik,” ujar Herman Deru, Sabtu (13/6/2026).

Komoditas Ekspor Justru Diuntungkan

Menurut Herman Deru, kenaikan nilai dolar membuat harga jual komoditas ekspor asal Sumsel menjadi lebih kompetitif di pasar global. Karet, yang menjadi salah satu andalan utama petani di provinsi ini, disebut langsung merasakan dampak positif dari penguatan kurs mata uang AS tersebut.

“Sejumlah sektor yang berorientasi ekspor justru memperoleh keuntungan,” kata gubernur.

Daya Beli Masyarakat Jadi Prioritas

Meski ada sisi positif, pemerintah daerah tetap mengutamakan stabilitas ekonomi secara menyeluruh. Herman Deru menegaskan bahwa menjaga daya beli masyarakat menjadi fondasi penting agar aktivitas ekonomi daerah terus bergerak.

“Kita ingin kondisi ekonomi tetap stabil sehingga daya beli masyarakat tidak turun dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga,” katanya.

Jika konsumsi rumah tangga tetap kuat, ia meyakini pertumbuhan ekonomi Sumsel bisa dipertahankan meskipun ada tekanan dari eksternal.

Angka Kemiskinan Terus Menurun

Selain pertumbuhan ekonomi yang positif, pemerintah daerah juga mencatatkan penurunan angka kemiskinan di Sumatera Selatan. Data terkini menunjukkan tren perbaikan kesejahteraan warga berjalan seiring dengan stabilitas harga dan aktivitas ekonomi yang terjaga.

Herman Deru menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan nilai tukar dan dampaknya terhadap sektor riil. Langkah antisipatif disiapkan jika gejolak ekonomi global berpotensi mengganggu sektor-sektor yang bergantung pada pasar domestik.

Reporter: Nopriansyah Putra
Sumber: relung.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top