SUMATERA SELATAN — Pernyataan itu disampaikan Megawati usai meresmikan renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Blitar, Jawa Timur. Di hadapan ribuan kader, ia menepis anggapan bahwa pihak-pihak tertentu sengaja membenturkan dirinya dengan kepala negara.
"Saya Gandengan Sama Dia, Ketawa-Ketawa"
“Pak Prabowo sama saya bersahabat. Tapi kan harusnya dipisahkan, bersahabat ya bersahabat, tapi berpolitik kita bisa untuk apa? Untuk demokratisasi. Tapi saya bukan musuh dia, itu teman saya,” ujar Megawati.
Ia merujuk momen saat peringatan 1 Juni lalu, ketika ia tampak bergandengan tangan dan tertawa bersama Prabowo. “Apa artinya? Nggak ada,” katanya, merujuk pada upaya pihak luar yang ingin menciptakan kesan permusuhan.
Megawati juga mempertanyakan pengawalan ketat aparat terhadap aksi mahasiswa, khususnya demonstrasi BEM UI. “Mahasiswa itu masuk tidak sebagai warga negara Indonesia? Masuk! Itu menunjukkan apa? Hati kalian itu tidak teguh!” tegasnya.
Kritik Harga Cabai Rp180 Ribu dan Instruksi Pangan
Dalam pidato yang sama, Megawati menyoroti lonjakan harga kebutuhan pokok. Ia mengaku menerima laporan harga cabai di kawasan timur Indonesia mencapai Rp180.000 per kilogram.
“Harga-harga di sini udah pada naik apa belum? Cabe harganya berapa? Rp 100.000? Rp 60.000? Di daerah timur saya dapat laporan cabe itu harganya Rp 180.000,” ujarnya.
Ia mengingatkan instruksi partai sejak 2021 untuk menanam 10 jenis tanaman pangan pendamping beras. “Siapa yang sudah mengerjakan? Jangan sombong kalau jadi anggota PDI Perjuangan. Kalian tidak malu sama saya? Umur saya sudah mau 80 tahun, tapi saya masih bisa berteriak seperti ini,” katanya.
PDIP di Luar Pemerintahan, Saluran Lewat DPR
Megawati menegaskan, meski PDIP berada di luar pemerintahan, partainya tetap memiliki jalur konstitusional untuk menyampaikan persoalan rakyat. “Saya tidak ada dalam pemerintahan. Ya saya akan menyampaikan, tapi menyampaikannya ke siapa? Yaitu ke DPR dari fraksi PDI Perjuangan,” jelasnya.
Ia menutup pidato dengan mengingatkan pesan Bung Karno bahwa kebutuhan pangan adalah persoalan paling mendasar. “Artinya nomor satu untuk rakyat adalah makanan. Makanya kenapa saya tadi nanya harga sudah naik apa belum,” pungkasnya.