PALEMBANG — Harga cabai rawit merah menjadi satu-satunya komoditas dengan penurunan paling tajam di Sumatera Selatan. Dalam sehari, harganya berkurang 1,87 persen atau setara Rp1.133 per kilogram, dari posisi sebelumnya menjadi Rp59.300 per kg.
Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang turun 1,42 persen menjadi Rp43.637 per kg, serta cabai merah besar yang melemah tipis 0,07 persen ke Rp42.828 per kg. Tiga komoditas ini menjadi penekan inflasi pangan harian di daerah tersebut.
Komoditas yang Justru Merangkak Naik
Di sisi lain, tepung terigu mencatat kenaikan tertinggi. Harganya melonjak 0,92 persen atau Rp118 per kg, menjadi Rp12.943 per kg. Kenaikan ini cukup signifikan mengingat tepung terigu merupakan bahan baku utama industri rumah tangga dan UMKM kuliner di Sumsel.
Dua komoditas lain ikut mendorong kenaikan indeks harga: cabai merah keriting naik 0,44 persen ke Rp47.802 per kg, dan bawang putih honan naik 0,25 persen menjadi Rp33.708 per kg.
10 dari 16 Komoditas Stagnan, Daging Sapi Paling Mahal
Mayoritas bahan pokok di Sumatera Selatan tercatat tidak bergerak. Daging sapi paha belakang masih menjadi yang termahal dengan harga Rp137.708 per kg, disusul daging ayam ras di Rp33.922 per kg, dan telur ayam ras di Rp26.657 per kg.
Komoditas lain yang harganya stabil antara lain minyak goreng sawit kemasan premium (Rp20.849 per liter), minyak curah (Rp17.788 per liter), gula pasir curah (Rp17.647 per kg), Minyakita (Rp15.647 per liter), beras premium (Rp14.616 per kg), beras medium (Rp13.009 per kg), serta kedelai impor (Rp12.079 per kg).
Beras Medium vs Premium: Selisih Rp1.600 per Kg
Perbedaan harga beras medium dan premium di Sumsel masih cukup lebar. Beras medium dibanderol Rp13.009 per kg, sementara beras premium di angka Rp14.616 per kg — selisih sekitar Rp1.607. Harga ini masih dalam rentang wajar untuk wilayah Sumatera, meski perlu diwaspadai jika pasokan terganggu memasuki musim kemarau.
Pantauan SP2KP Kemendag ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang hari besar atau cuaca ekstrem. Dari 16 komoditas yang dipantau, hanya tiga yang naik dan tiga turun — sisanya stagnan, menandakan pasokan relatif terkendali.