SUMATERA SELATAN — Kapten India, Harmanpreet Kaur, memenangkan undian dan memilih untuk memukul lebih dulu. Namun, keputusan itu sempat diuji saat dua pembuka, Shafali Verma (6) dan Jemimah Rodrigues (1), tumbang dalam empat over pertama dengan skor 18-2. Mandhana, yang lolos dari dua peluang tangkapan — pada skor 27 dan 55 — menjadi jangkar utama.
Pemain berusia 29 tahun itu membangun kemitraan krusial 91 run bersama Harmanpreet Kaur. Mandhana memukul sembilan four dan dua six dalam inningsnya sebelum akhirnya ditangkap Fatima di long-on. Harmanpreet juga berkontribusi, meski tidak disebutkan skor spesifiknya dalam laporan, yang membuat India mencapai 170-6 dalam 20 over.
Pakistan sempat memberikan perlawanan di awal babak kedua. Mereka mencapai 52-1 di akhir powerplay, tetapi momentum berbalik drastis saat Deepti Sharma masuk. Deepti mengambil dua wicket pertama India, lalu kembali untuk memecat tiga batter terakhir Pakistan, menyelesaikan inning dengan angka fantastis 5-10.
Pakistan kehilangan tujuh wicket terakhirnya hanya dengan tambahan 31 run dan digulung habis pada 106 dalam 17 over. Leg-spinner Sree Charani juga tampil impresif dengan 3-21. Kapten Pakistan, Fatima Sana, melihat timnya gagal menyaingi total India yang diperkuat oleh pukulan agresif Deepti (12 dari 9 bola) dan Richa Ghosh yang memukul empat boundary beruntun di over ke-19 Tasmia Rubab.
Kemenangan ini menempatkan India sejajar dengan Australia di puncak Grup Satu. Pakistan, yang belum pernah mengalahkan India sejak edisi 2016, kini berada di posisi sulit. Mereka kemungkinan besar harus mengalahkan Australia dan Afrika Selatan untuk bisa lolos ke semifinal.
India datang ke turnamen ini dengan status juara Piala Dunia ODI November lalu. Meski persiapan mereka tidak mulus — kalah dari Afrika Selatan dan Inggris — kedalaman skuad terbukti menjadi pembeda. Setelah Mandhana dan Harmanpreet pulang, pukulan bawah seperti Ghosh dan Deepti mampu mendorong skor melewati 170, sesuatu yang tidak bisa dibendung Pakistan.