SUMATERA SELATAN — KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal yang melayani rute utama di wilayah tersebut. Ketiga layanan ini dirancang untuk menjangkau kebutuhan perjalanan harian maupun wisatawan yang ingin menikmati liburan.
KA Pariaman Ekspres menjadi primadona dengan 10 perjalanan setiap hari. Tarifnya hanya Rp5.000, menjadikannya pilihan utama warga yang ingin mengakses kawasan wisata Pantai Gandoriah di Pariaman. Layanan ini menawarkan perjalanan ekonomis tanpa mengurangi kenyamanan.
Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres beroperasi 12 kali sehari, menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Rute ini banyak digunakan oleh pebisnis, wisatawan, hingga rombongan pelajar. “Kereta api kini semakin diminati karena praktis, ekonomis, serta mampu menghindarkan pelanggan dari kemacetan di jalan raya,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, Senin (15/6/2026).
KA Lembah Anai melengkapi layanan dengan enam perjalanan per hari pada rute Kayu Tanam–Padang. Perjalanan ini menawarkan panorama alam perbukitan, aliran sungai, dan suasana pedesaan yang asri, menjadikannya bukan sekadar transportasi tetapi juga pengalaman wisata.
Kesiapan 7.792 kursi ini menjadi bagian dari strategi KAI mengantisipasi peningkatan mobilitas yang biasanya terjadi pada momentum hari besar keagamaan. Reza menambahkan, seluruh layanan operasional dipastikan berjalan optimal agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. “Pada libur Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H, kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan dengan baik,” katanya.
Bagi masyarakat Sumatera Barat, kehadiran kereta api lokal tidak hanya berfungsi sebagai moda transportasi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Dengan tarif yang terjangkau dan jadwal yang padat, kereta api menjadi solusi mobilitas yang efisien di tengah kemacetan jalan raya.
KAI menilai, layanan ini juga mendukung aksesibilitas ke destinasi wisata seperti Pantai Gandoriah dan kawasan pedesaan di sepanjang rute Lembah Anai. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pariwisata lokal melalui transportasi publik yang terintegrasi.