OKU SELATAN — Peristiwa nahas itu terjadi di kompleks perumahan guru SMP 4 Buay Pemaca. Korban baru saja tiba di rumah dan mendapati YS sedang beraksi di dalam rumahnya.
Kapolsek Buay Pemaca Ipda Redi Saputra menjelaskan, saat itu Sri langsung melihat pelaku yang tengah mencuri. Diduga panik, YS langsung mengambil pisau dapur dan menusuk korban di bagian perut.
"Saat masuk rumah, korban melihat ada seorang pencuri. Diduga pelaku panik, ia langsung mengambil pisau di dapur dan menusuk korban di bagian perut. Setelah itu, pelaku kabur meninggalkan korban," kata Redi, Minggu (14/6/2026).
Setelah ditusuk, Sri sempat berlari keluar rumah dan meminta tolong kepada tetangga. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Muaradua untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kondisi korban terus memburuk, sehingga dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Namun, pada Kamis (11/6/2026), Sri dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua hari pasca-penusukan.
"Keluarga korban pun membuat laporan ke Polsek Buay Pemaca terkait kejadian tersebut," ujar Redi.
Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sebilah pisau dapur sepanjang 35 sentimeter yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban.
"Untuk identitas pelaku sudah kami kantongi dan saat ini kita masih terus melakukan pengejaran terhadap pelaku dan orang tuanya," pungkasnya.
Redi menambahkan, YS diduga kabur bersama kedua orang tuanya. Hingga saat ini, pihaknya masih memburu ketiganya.
"Pelaku bersama orang tuanya diduga sudah kabur," ujar Kapolsek.
Polisi pun mengimbau agar YS dan orang tuanya segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kami mengimbau untuk segera menyerahkan diri," sambung Redi.