OIKN dan Korea Selatan Mulai Bangun Pusat Kota Cerdas di IKN dengan Hibah Rp 115 Miliar

Penulis: Rizky Firmansyah  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 15:57:31 WIB
Pembangunan Pusat Kota Cerdas di IKN dimulai dengan hibah Rp 115 miliar dari Korea Selatan.

SUMATERA SELATAN — Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menyambut realisasi hibah tersebut sebagai langkah konkret pengembangan ekosistem digital di ibu kota baru. Kompleks SCCC akan berdiri di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, lokasi yang dinilai strategis untuk mengintegrasikan teknologi kota pintar.

Fungsi Gedung: Ruang Kendali hingga Laboratorium Robotika

Dari total paket hibah, alokasi untuk konstruksi fisik gedung mencapai 5,5 miliar KRW atau sekitar Rp 64,41 miliar. Bangunan seluas 1.098 meter persegi itu dirancang dengan pembagian fungsi spesifik.

Lantai dasar difungsikan sebagai pusat kendali utama dan ruang pertemuan makro. Sementara itu, lantai dua digunakan untuk area pameran teknologi digital serta laboratorium kecerdasan buatan dan robotika. Area luar gedung akan dilengkapi teknologi urban farming pintar sebagai percontohan tata kota ramah lingkungan.

Rencana Penggunaan Sisa Dana Hibah

Di luar pembangunan fisik, sisa dana hibah dialokasikan untuk penyusunan masterplan kota cerdas, perumusan protokol bangunan pintar, serta program peningkatan kapasitas akademis melalui kerja sama dengan University of Seoul. OIKN berharap fasilitas ini bisa menjadi laboratorium pendidikan dan memperkenalkan lompatan teknologi dari Korea Selatan.

Komitmen Jangka Panjang Kerja Sama Bilateral

Director Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MoLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, menegaskan SCCC akan menjadi tonggak sejarah kerja sama bilateral jangka panjang. Pihaknya berkomitmen membawa pengalaman sukses pembangunan kota pintar Sejong untuk diterapkan di Nusantara.

“Nusantara memiliki kesempatan besar untuk bertransformasi menjadi kota pintar kelas dunia melalui kolaborasi teknologi yang kami miliki. SCCC ini adalah momentum awal perwujudan kota masa depan tersebut,” kata Choi Jung-won.

Target Operasional dan Jaminan Perizinan

Proyek ini dijadwalkan memakan waktu pengerjaan sepuluh bulan dan ditargetkan siap beroperasi penuh pada 2027. Basuki Hadimuljono memastikan proses perizinan tidak akan menjadi hambatan. “Soal perizinan tidak perlu khawatir, semuanya aman di bawah otoritas kami,” ujarnya.

Reporter: Rizky Firmansyah
Sumber: propublika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top