SUMATERA SELATAN — Kekhawatiran akan performa Cristiano Ronaldo di usia 41 tahun akhirnya menjadi kenyataan. Saat Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan DR Congo, penampilan sang kapten mendapat sorotan tajam. Kegagalannya mencetak gol di turnamen besar kini telah berlangsung sejak laga pembuka Piala Dunia 2022 – sebuah rentang empat tahun dan sepuluh pertandingan.
Gelandang Muda Jadi Korban, Unggahan Dukungan Berujung Petaka
Joao Neves, gelandang muda yang justru menjadi pencetak gol pembuka Portugal, secara tak terduga menjadi pusat badai. Usai pertandingan, ia memberikan pernyataan yang dianggap wajar tentang Ronaldo. "Kami tahu apa yang Cristiano telah lakukan untuk tim nasional kami. Tapi saat ini saya rasa, dari dia dan kami semua, dia hanyalah satu dari yang lain untuk membantu; dia tidak berbeda dari yang lain," ujar Neves.
Alih-alih meredakan situasi, pernyataan itu justru dianggap sebagai penghinaan oleh sebagian penggemar fanatik Ronaldo. Akibatnya, akun media sosial Neves dan pacarnya, Madalena Aragao, langsung dibanjiri kritik. Tak berhenti di situ, rekan setim Neves, Bruno Fernandes, dan pemain PSG, Achraf Hakimi, yang memberikan dukungan berupa emoji di unggahan Neves, juga ikut menjadi sasaran serangan.
Kakak Ronaldo Ikut Beri 'Likes' pada Postingan Kritis
Ketegangan semakin terlihat nyata ketika kakak Ronaldo, Katia Aveiro, diketahui menyukai sebuah unggahan yang mengkritik penampilan Bruno Fernandes. Unggahan tersebut berisi sindiran pedas: "Yang satu ini (Fernandes) adalah Raphinha-nya Portugal. Dia terlalu sering mengecewakan tim nasional." Tindakan ini seolah menjadi konfirmasi bahwa perpecahan tidak hanya terjadi di kalangan penggemar, tetapi juga di lingkaran terdekat sang bintang.
Pundit Legendaris Ikut Angkat Bicara soal Performa Ronaldo
Dari sisi analisis, dua mantan penyerang top yang kini menjadi pundit, Chris Sutton dan Thierry Henry, secara terbuka mengkritik performa Ronaldo. Mereka juga menyoroti keputusan pelatih Roberto Martinez yang tetap mempertahankan Ronaldo di lapangan selama 90 menit penuh. Kritik ini menambah deretan panjang tekanan yang harus dihadapi Martinez jelang laga selanjutnya.
Portugal akan menghadapi Uzbekistan pada laga kedua grup. Sementara itu, laga pamungkas melawan pemuncak klasemen, Kolombia, akan menjadi penentu nasib mereka. Hanya dua tim teratas dan delapan peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke fase gugur.