Pencarian

Pemkot Palembang Tutup Sementara Parkir Rajawali Village, Pelaku Usaha Sebut Omzet Anjlok Akibat Parkir Ilegal

Kamis, 18 Juni 2026 • 14:42:01 WIB
Pemkot Palembang Tutup Sementara Parkir Rajawali Village, Pelaku Usaha Sebut Omzet Anjlok Akibat Parkir Ilegal
Pemkot Palembang menutup sementara area parkir Rajawali Village untuk menertibkan parkir ilegal.

PALEMBANG — Penutupan sementara parkir Rajawali Village oleh Pemkot Palembang disambut lega oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut. Mereka menilai langkah Satpol PP menjadi titik terang atas persoalan parkir ilegal yang sudah berlangsung lama dan berdampak langsung pada pendapatan usaha.

Dampak Parkir Ilegal: Sepi Pengunjung dan Motor Hilang

Koordinator Lapangan Tenant Rajawali Village, Alex Sani, mengungkapkan bahwa sejak permasalahan parkir ilegal muncul, jumlah pengunjung menurun drastis. Ia juga menyoroti kasus kehilangan sepeda motor yang kerap terjadi di area parkir tersebut.

“Sejak permasalahan ini muncul, usaha kami menjadi sepi pengunjung. Selain itu juga sering terjadi kehilangan sepeda motor,” ujar Alex kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurut Alex, kondisi itu membuat para pemilik usaha kesulitan mempertahankan omzet. Kawasan yang sebelumnya ramai sebagai pusat kuliner dan aktivitas ekonomi kini mulai ditinggalkan pengunjung karena ketidaknyamanan dan kekhawatiran keamanan kendaraan.

Apresiasi untuk Pemkot dan DPRD

Alex menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Palembang, khususnya Komisi II, Pemkot Palembang, Satpol PP, DPMPTSP, serta kuasa hukum para pemilik usaha, Titis Rachmawati, yang telah menindaklanjuti persoalan ini.

“Kami dari rekan-rekan staf dan pemilik usaha di Rajawali Village mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Palembang, khususnya Komisi II, Pemerintah Kota Palembang, Satpol PP, DPMPTSP, serta kuasa hukum para pemilik usaha, Ibu Titis Rachmawati, yang telah menindaklanjuti masalah parkir ilegal di sini,” kata Alex.

Harapan ke Depan: Pengelolaan Parkir yang Jelas Legalitasnya

Para tenant berharap penutupan sementara ini menjadi awal dari penataan sistem parkir yang lebih baik. Mereka mendesak adanya kepastian hukum dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah agar kawasan Rajawali Village bisa kembali nyaman dikunjungi.

“Kami berharap ke depan pengelolaan parkir bisa lebih tertata, tidak ada lagi pungutan liar, dan pengelolanya memiliki legalitas yang jelas,” tegas Alex.

Langkah Pemkot Palembang ini menunjukkan komitmen dalam menegakkan aturan perizinan dan menertibkan aktivitas usaha yang tidak sesuai ketentuan. Evaluasi terhadap sistem parkir di Rajawali Village diharapkan berjalan optimal sehingga memberikan kepastian bagi pelaku usaha, pengunjung, dan masyarakat luas.

Bagikan
Sumber: bidiksumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks