PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Cik Ujang menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palembang dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343. Kehadiran orang nomor satu di Sumsel itu menjadi simbol penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kota tertua di Indonesia tersebut.
Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa Palembang bukan sekadar kota bersejarah, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bagi seluruh wilayah Sumatera Selatan.
“Palembang merupakan episentrum pembangunan Sumatera Selatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan DPRD harus terus dijaga demi keberlanjutan pembangunan,” ujar Herman Deru di Gedung DPRD Kota Palembang.
IPM Capai 83,27 Persen dan Kemiskinan Turun ke 9,04 Persen
Gubernur memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan Kota Palembang, khususnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,27 persen. Angka tersebut menempatkan Palembang dalam kategori tinggi, yang menurut Herman Deru merupakan hasil akumulasi kemajuan di sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan indikator positif lainnya, yakni penurunan angka kemiskinan hingga menjadi 9,04 persen. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi kali ini bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum menghargai perjuangan dan kebersamaan dalam membangun kota.
“Mari kita terus memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Palembang yang semakin maju, berdaya, dan sejahtera,” kata Ratu Dewa.
Sinergi Pemprov dan Pemkot Jadi Kunci Keberlanjutan
Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru, Ketua BKOW Sumsel Lidyawati Cik Ujang, Anggota DPR RI Yudha Novanza Utama, Anggota DPD RI Ratu Tenny Leriva, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, serta Wali Kota Prabumulih M. Arlan.
Herman Deru menambahkan bahwa capaian pembangunan Palembang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan dan meningkatkan IPM menjadi bukti nyata bahwa program pembangunan berkelanjutan berjalan efektif di ibu kota Sumsel tersebut.
Palembang, yang telah berusia lebih dari satu milenium, terus menunjukkan daya saingnya sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di kawasan Sumatera bagian selatan.