PALEMBANG — Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Sumsel, Pandji Tjahjanto, menegaskan bahwa pengukuhan Pengurus Daerah PGRI Sumatera Selatan bukanlah seremoni organisasi belaka. Acara yang berlangsung di Aula SMK Negeri 6 Palembang pada Kamis (18/6/2026) itu menjadi titik awal tanggung jawab besar dalam memperjuangkan kepentingan guru dan kemajuan pendidikan di Bumi Sriwijaya.
PGRI Mitra Strategis Pemprov dalam Pendidikan Berkualitas
Pandji menyebut PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, organisasi profesi guru ini didorong untuk terus berkembang menjadi organisasi yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Pengukuhan ini bukan hanya kegiatan organisasi, tetapi juga awal dari amanah besar untuk mengemban tanggung jawab dalam memperjuangkan kepentingan guru,” ujar Pandji dalam sambutan yang mewakili Gubernur Sumsel.
Empat Program Prioritas Pendidikan yang Harus Dikawal
Pemerintah Provinsi Sumsel saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas di sektor pendidikan. Pandji merinci, fokus utama meliputi peningkatan kompetensi guru, transformasi pembelajaran berbasis teknologi, pemerataan akses pendidikan, hingga peningkatan sarana dan prasarana sekolah.
“Kami mengajak seluruh jajaran PGRI untuk terus menjadi mitra pemerintah yang konstruktif. Sampaikan gagasan, kritik, dan masukan yang membangun demi kemajuan pendidikan di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Kepengurusan Baru: Riza Fahlevi dan Wijaya Pimpin PGRI Sumsel
Dalam acara tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, M.M., secara resmi melantik Drs. H. Riza Fahlevi, M.M. sebagai Ketua dan Prof. Dr. H. R. Wijaya, P.hd. sebagai Sekretaris PGRI Sumsel. Kepengurusan masa bakti XXIII ini akan bertugas hingga 2029.
Pengukuhan dihadiri para guru dari berbagai kabupaten dan kota di Sumsel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat. Pandji optimistis kepengurusan baru ini dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjadi kekuatan moral serta intelektual dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.