SUMATERA SELATAN — Joe Biden melontarkan serangan verbal tanpa ampun kepada Donald Trump. Dalam pernyataan yang dikutip media nasional, Presiden AS ke-46 itu menyebut pendahulunya sebagai “pecundang yang korup, narsis, dan tidak kompeten.” Ini adalah salah satu kritik paling frontal yang pernah diucapkan seorang presiden petahana terhadap mantan presiden dalam sejarah politik Amerika modern.
Pernyataan Biden itu keluar di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pemilu paruh waktu. Ia tidak menggunakan kiasan atau sindiran halus seperti yang biasa dilakukan para pendahulunya. “Dia seorang pecundang yang korup. Narsis. Tidak kompeten,” kata Biden, mengulangi tiga kata sifat yang langsung menyerang karakter Trump.
Kritik ini menandai eskalasi retorika dari Gedung Putih terhadap Trump, yang selama ini kerap diserang secara tidak langsung oleh tim kampanye Biden. Namun kali ini, presiden sendiri yang turun langsung.
Hubungan Biden dan Trump memang tidak pernah harmonis sejak kampanye 2020. Trump terus menyebarkan klaim kecurangan pemilu yang tidak berdasar, sementara Biden membangun pemerintahannya dengan narasi memulihkan martabat Gedung Putih. Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa luka lama belum sembuh.
Para pengamat politik melihat pernyataan Biden sebagai strategi untuk memobilisasi basis pemilih Demokrat yang mulai lelah dengan isu-isu lama. “Ini sinyal bahwa Biden siap bertarung habis-habisan,” kata seorang analis politik dari Brookings Institution yang dihubungi secara terpisah.
Serangan Biden langsung menuai reaksi dari kubu Republik. Juru bicara Trump mengecam pernyataan itu sebagai “tidak pantas dilakukan seorang presiden.” Namun di sisi lain, pendukung Demokrat menyambut positif sikap tegas Biden terhadap rival politiknya.
Belum diketahui apakah pernyataan ini akan memengaruhi elektabilitas kedua tokoh. Namun yang jelas, retorika kampanye di AS kembali memanas. Biden, yang sebelumnya dikenal sebagai politikus kalem, kini menunjukkan sisi agresif yang jarang terlihat sebelumnya.