SUMATERA SELATAN — SpaceX berencana membangun pipa gas alam sendiri dari Pelabuhan Brownsville menuju fasilitas Starbase di Texas. Berdasarkan dokumen yang dilihat oleh Reuters dan Rio Grande Valley Business Journal, pipa berdiameter 16 inci ini akan mulai dibangun bulan depan dan ditargetkan beroperasi penuh pada 26 Januari.
Pasokan gas alam dari pipa ini akan diolah di fasilitas pencairan (liquefaction facility) yang sudah diajukan izinnya ke Korps Insinyur Angkatan Darat AS sejak musim panas lalu. Hasil olahannya berupa metana cair yang menjadi bahan bakar utama Starship.
Setiap Peluncuran Butuh 630.000 Galon Metana Cair
Kebutuhan bahan bakar Starship sangat besar. Setiap misi peluncuran membutuhkan sekitar 630.000 galon metana cair. Selama ini, pasokan diangkut menggunakan ratusan truk tangki ke lokasi Starbase.
Dengan adanya pipa langsung, SpaceX bisa memangkas ketergantungan pada transportasi darat. Ini penting mengingat FAA sudah menyetujui hingga 25 kali peluncuran per tahun untuk SpaceX, meski baru 12 kali terealisasi sejak penerbangan perdana Starship pada April 2023.
Kekhawatiran Baru soal Dampak Lingkungan
Rencana pembangunan pipa ini kembali memicu kekhawatiran lingkungan. Area sekitar Starbase mencakup lahan basah sensitif yang menjadi habitat berbagai satwa liar.
Data pertanahan yang dihimpun Reuters juga menunjukkan SpaceX telah melakukan eksplorasi pengeboran di dekat lokasi Starbase dan beberapa titik lain di Texas. Belum ada pernyataan resmi dari pihak SpaceX soal langkah mitigasi lingkungan yang akan diambil.
Proyek ini menunjukkan keseriusan SpaceX dalam membangun infrastruktur mandiri untuk program Starship. Ke depan, pasokan bahan bakar yang lebih stabil diharapkan bisa mendukung target peluncuran yang lebih agresif.